Monday, November 10, 2008

TAHUKAH ANDA BUAH DELIMA OBAT PALING AMPUH MENGOBATI KEPUTIHAN

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Buah-buahan Mengurangi Resiko Kanker

Mengkonsumsi buah secara rutin, membuat tubuh tetap sehat dan bugar. Penelitian yang dipublikasikan the American Institute for Cancer Research menyebutkan bahwa buah-buahan banyak mengandung antioksidan, seperti vitamin A, C dan E, karotenoid, dan mineral selenium. Antioksidan membantu mencegah penyakit kanker dan jantung. Antioksidan juga bisa menetralisasi molekul radikal bebas yang sering menimbulkan masalah di dalam tubuh kita. Lebih jauh, sebuah penelitian dari Inggris menyebutkan bahwa buah-buahan segar adalah kunci panjang umur. Penelitian yang dilakukan selama 17 tahun tersebut berhasil mengumpulkan data yang menyebutkan bahwa bila makan buah dilakukan secara rutin dan kontinyu akan mengurangi resiko terkena serangan jantung sebesar 34%. Juga mengurangi resiko terkena stroke sebesar 32% dan menurunkan resiko meninggal akibat beberapa penyakit lainnya sebesar 21%. Dari penelitian lainnya yang sejenis, terungkap juga bahwa pria yang mengkonsumsi beberapa jenis buah-buahan segar setiap hari, seperti apel, pear, jeruk dan pisang, resiko meninggal akibat penyakit kanker akan berkurang 70%.

Sumber: Koran Tempo, 7 Oktober 2005
Buah Delima Mengobati Sakit Gigi dan Gusi

Konon delima (Punica granatum Linn) berasal dari Asia Barat, yaitu sekitar Persia atau Armenia. Namun, tanaman ini sudah lama dibudidayakan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan berbuah segar ini hidup dengan baik di daerah yang memiliki musim kemarau panjang dan panas. Selain sebagai tanaman pemanis halaman, delima juga memiliki khasiat obat sakit gigi dan gusi.

Di Indonesia selain dimakan sebagai buah segar, delima bisa juga dicampur dengan sirup, dan sebagai obat tradisional. Berdasarkan penelitian, kulit buah delima putih mengandung zat samak sebanyak 25-28 persen dan lendir sebanyak 30 persen. Pada berbagai kulit akar, batang, dan buahnya mengandung tonikum. Pada kulit akarnya terdapat kandungan berbagai alkaloida seperti pelletierine, pseudoiso, dan methyl-pelletierine. Bunga delima putih bisa digunakan sebagai obat sakit gigi dan gusi. Caranya dengan merebus bunga dalam beberapa gelas air. Air rebusan itu dikumur terus ditelan.

Sumber: Republik Online, Selasa 13 Juli 2004
Buah Jamblang Mengatasi Mencret

Di Indonesia, tumbuhan ini bisa hidup dengan subur. Banyak orang suka dengan daging buahnya yang putih kemerah-merahan serta kulit buah licin berwarna merah dan ungu kehitaman. Buahnya berbentuk lonjong, demikian pula bijinya. Duwet atau sering disebut dengan jamblang (Eugenia cumini atau Syzgium cumini) termasuk buah-buahan yang langka. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Jamblang ternyata memiliki kandungan kimia yang cukup kaya. Pada buahnya terkandung zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glicosida. Pada bijinya terdapat zat tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat anticholestemik. Sementara itu, pada kulit pohonnya terdapat zat samak.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan penggunaan jamblang adalah mencret karena masuk angin serta diabetes. Pengobatan untuk mencret akibat masuk angin dan udara dingin dilakukan dengan menggunakan kulit dahan jamblang. Kulit itu direbus. Airnya disaring dan diminum. Untuk mengatasi diabetes, 15 butir biji jamblang ditumbuk halus dan direbus. Rebusan itu dibagi jadi tiga bagian untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan terasa segar. Kulit pohon jamblang bisa digunakan pula untuk diabetes. Sebanyak 250 gram kulit jamblang basah dipotong-potong, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga jadi dua gelas. Saring airnya lalu diminum sedikit-sedikit sampai habis dalam satu hari.

Sumber: Republika Online, Selasa 06 Januari 2004
Buah Kurma untuk Mengatasi Hipertensi/Darah Tinggi

Menurut ahli gizi IPB, Dr Hardinsyah MS, Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB ini mengatakan bahwa kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang, meskipun dalam jumlah yang serba sedikit. Kebiasaan Nabi mengonsumsi kurma segar dan kurma tidak segar (kering) saat berbuka, lanjut Hardinsyah, memberikan manfaat yang optimal.

Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak tetapi rendah kandungan energi siap pakainya. Sementara kurma yang tidak segar tinggi akan kandungan energi siap pakai namun kandungan air dan beberapa vitamin lebih rendah, bahkan kandungan vitamin C-nya hilang. Bagi umat Islam, berbuka puasa dengan kurma bukanlah sekadar tradisi, namun anjuran Nabi Muhammad SAW. ''Barangsiapa yang mempunyai kurma ketika puasa, hendaklah berbuka dengan kurma.'' Sementara dilihat dari ilmu gizi, kurma memang sangat dianjurkan untuk berbuka puasa. Tak cuma itu, kurma juga mengandung potasium yang tinggi. Potasium, ujar Hardinsyah, bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, untuk terapi darah tinggi, serta membersihkan karbon dioksida dalam darah. Potasium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf. ''Berbagai mineral yang diperoleh dari kurma juga bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh,'' imbuh peraih PhD dari University of Queensland, Australia, ini.

Sumber: Republika Online, Selasa 12 Nopember 2002
Buah Pala Mengatasi Muntaber

Biji atau buah pala dikenal sebagai salah satu rempah yang sangat penting di tanah air. Pohon pala (Myristica fragrans) banyak ditanam di kebun-kebun, terutama di kepulauan Banda, Maluku. Tanaman pala berbentuk pohon yang tingginya bisa mencapai belasan meter. Pala dapat tumbuh pada iklim dengan curah hujan yang banyak dengan tanah yang gembur. Pala merupakan rempah yang memiliki khasiat sebagai obat. Bagian tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah buah dan bijinya. Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Khasiat Tanaman Obat, keluhan yang bisa diatasi dengan memanfaatkan pala adalah penyakit muntaber. Untuk mengatasi muntaber, 1 butir buah pala beserta bunganya, 5 gram jintan putih, 10 gram jahe, dan 1 buah delima yang diambil kulitnya, ditumbuk halus. Lalu, tambahkan santan kelapa dan minyak kayu putih secukupnya, diaduk lalu dibalurkan pada bagian perut dan ulu hati penderita.

Sumber: Republika Online, Selasa 26 Nopember 2002

Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next

Delima (Punica granatum L)



STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id

===

SUMBER:

http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=1034&tbl=alternatif

===

Delima (Punica granatum L)

Selasa, 4 Apr 2006 14:13:13



Pdpersi, - Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1000 mdpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam dikebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.



Berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 m. Batang berkayu, ranting peregi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengilap, panjang 1-9 cm, lebar 0,5-2,5 cm, warnanya hijau.



Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar dari ujung ranting atau ketiak daun yang paling atas. Biasanya terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni bentuknya bulat dengan diameter 5-12 cm, warna kulitnya beragam eperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna lebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu atau putih.



Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah dan delima ungu. Perbanyakan dengan stek, tunas akar atau cangkok.



Sifat dan Khasiat

Sewaktu panen, buah dikumpulkan. Bijinya dikeluarkan, lalu kulitanya dijemur sampai kering. sebelum digunakan dapat disimpan dalam wadah yang tertutup baik..



Kulit buah dan bunganya merupakan astrigen kuat. rebusan keduanya bisa menghentikan perdarahan



Kulit kayu dan kulit akar mempunyai bau lemah dan rasa asam. Berkhasiat sebagai peluruh dahak, vermifuga, pencahar dan astrigen usus. Daunnya berkhasiat untuk peluruh haid.



Daging buah (daging pembungkus biji) berkhasiat penyejuk, peluruh kentut. Biji sifatnya sejuk tidak beracun, berkhasiat pereda demam, antitoksik, melumas paru, dan meredakan batuk.



Kandungan Kimia

kulit buah (shi liu pi) mengandung alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat dan pati.



Kulit akar dan kulit kayu mengandung sekitar 20% elligatanin dan 0,5-1% senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierene (C8H14NO), pseudopelletierene (C9H15NO), metilpelletierene (C8H14NO.CH3), metilisopelletierene (C9H17NO). Daun mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase.



Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin (A,C), mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium dan kalium) dan tanin.



Alkoloid pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang dan cacing keremi. Kulit buah dan kulit kayu juga astrigen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.



Bagian yang digunakan

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji dan bunganya. Kulit akar dikeringkan terlebih dulu sebelkum digunakan. Kulit buah dapat digunakan segar atau setelah dikeringkan.



Indikasi

Kulit buah (shi lu pi) digunakan untuk :



* sakit perut karena cacing,

* buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri amoeba),

* diare kronis,

* perdarahan seperti wasir berdarah, muntah datah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum,

* prolaps rektum,

* radang tenggorok,

* radang telinga,

* keputihan,

* nyeri lambung,



Kulit akar dan kulit kayu digunakan untuk :



* cacingan terutama cacing pita,

* batuk,

* diare.



Bunga digunakan untuk :



* radang gusi,

* perdarahan,

* bronkhitis.



Daging buah digunakan untuk :



* menurunkan berat badan,

* cacingan,

* sariawan, tenggorokan sakit, suara parau,

* tekanan darah tinggi (hipertensi),

* sering kencing,

* rematik (artritis), dan

* perut kembung,



Biji digunakan untuk :



* menurunkan demam, batuk,

* keracunan,

* cacingan,







Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus kulit akar atau kulit kayu yang telah dikeringkan (7g). Rebus kulit buah (10-15g). Makan buahnya (1 buah) atau dibuat jus. Bisa dicampur dengan jus wortel.



Untuk pemakaian luar, rebus kulit buah atau kulit akar, lalu gunakan airnya setelah dingin untuk kumur-kumur (gargle) pada radang gusi, sakit tenggorok, luka tersiram air panas, infeksi jamur dikaki atau disemprotkan ke liang kemaluan (vagina) pada keputihan. Gunakan jus buah delima untuk berkumur pada sariawan, radang gusi, gigi berlubang atau sebagai obat kompres pada wasir yang sedang meradang. Efek Farmakologis



* kulit akar berkhasiat peluruh cacing usus,

* kulit buah menghambat pertumbuhan basil typhoid,

* kulit buah dapat mengendalikan peyebaran infeksi virus polio, virus herpes simpleks, dan virus HIV,



Contoh pemakaian

Cacingan



* Cuci akar delima yang telah dikeringkan (7g), lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus

* Rebus kuhit dehima kering dan serbuk biji pinang (masing-masing 15 g) dengan tiga gelas air bersih. Didihkan perlahan-lahan selama satu jam. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan pagi.

* Campur jus buah dehima dengan jus wortel, masing-masing setengah gelas. Aduk sampai merata, lalu minum sekahigus.

* Masukkan bubuk biji delima kering (satu sendok makan) dalam segelas jus nanas yang belum terlalu masak. Aduk merata, minum sewaktu perut kosong.



Radang Gusi

Cuci bunga delima (tujuh kuntum) dengan air bersih, lalu rebus dengan segelas air bersih sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk kumur-kumur.



Perdarahan

Rebus bunga delima (20 g) dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.



Luka

Campurkan serbuk kulit buah atau bunga delima secukupnya dengan minyak wijen. Aduk merata, lalu oleskan pada bagian yang luka.



Sariawan

Ambil dua buah delima segar yang sudah masak. Ambil isi berikut bijinya, lalu tumbuk sampal halus. Tambahkan satu gelas air sambil diaduk merata, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur, lalu telan. Lakukan 2-3 kali sehari, sampai sembuh.



Sering kencing

Ambil isi buah delima (yang segar dan masak, satu buah) dan segenggam kucai, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya, angkat dan dinginkan. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.



Keputihan

Rebus kulit delima kering (30 g) dan herba sambiloto kering (15 g) dengan satu liter air bersih. Biarkan sampai air rebusannya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan bagi untuk tiga kali minum, pagi, siang, dan malam hari. Air rebusan ini juga bisa digunakan untuk cuci vagina. Khusus wanita yang sudah menikah, gunakan dengan alat semprot yang masuk ke liang vagina.



Batuk sudah berlangsung lama

Ambil sebuah delima yang belum terlalu masak. Setiap malam sebelum tidur, kunyah biji delima tersebut. Buang bijinya.



Suara serak, tenggorokan kering

Ambil sebuah delima segar, belah, dan ambil isinya. Kunyah, lalu buang bijinya. Lakukan 2--3 kali sehari.



Menurunkan berat badan

Ambil si buah delima yang masih muda (dua buah), lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan sedikit garam, remas sampai merata, lalu peras dan saring dengan kain. Minum air perasannya sekaligus. Lakukan setiap han sampal tampak hasilnya.



Disentri

Rebus kuit buah delima, krokot (Portulaca oleracea), daun sendok (Plantago mayor), dan sambiloto (Andrographis paniculata) (masing-masing 15 g) dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.



Diare kronis

Potong tipis-tipis kulit buah delima (15 g) dan buah pala (Myristica fragrans) (10 g), lalu rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing Setengah gelas.



Catatan



* Delima putih ditandal dengan bunganya yang berwarna putih dan daging buahnya yang merah pudar. Konon delima putih mengandung alkaloid yang Iebih banyak sehingga lebih disukai untuk pengobatan.

* Wanita hamil dan anak-anak jangan menggunakan tumbuhan obat ini.

* Kulit kayu dengan kandungan alkaloid pelletierine Iebih berkhasiat terhadap cacing pita (Taenia) daripada cacing gelang (Askaris). Adanya tanin dalam jumlah besar pada kulit kayu sering menyebabkan rasa mual dan muntah. Jadi sebelum minum rebusan ini, sebaiknya puasa terlebih dahulu sekitar 12 jam. Alkaloidnya sendiri, dalam bentuk tannate pada dosis pengobatan sering menimbulkan tanda-tanda keracunan, seperti pusing (vertigo), penglihatan kabur, rasa lemah, keram pada kaki, kesemutan dan kejang getar. Pada dosis toksik, menyebabkan pupil mata melebar (midrasis), lapangan pandangan menyempit, sakit kepala yang hebat, vertigo, diare, muntah, kelemahan yang berat, sampai kejang. Karena pelletierine dan isopelletierine sangat toksik, terutama yang terdapat pada kulit kayu dan kulit akarnya, penggunaan ekstrak kulit kayu dan akar delima harus mendapat pengawasan dari seorang herbalis berpengalaman.



Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty





Pengobatan Tradisional Lainnya :

Euphorbia

Pacar Air

Sambang Getih

Kembang Sungsang

KASTUBA (Euphorbia pulcherrima Willd. Et Klotzsch)



Lihat Arsip Pengobatan Tradisional

Mengatasi keputihan dengan herbal

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Jurnalnet.com (Jakarta): Keputihan merupakan salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan (bukan darah) dari vagina secara berlebihan. Setiap wanita sekali waktu pernah mengalami keputihan dalam hidupnya, bahkan banyak yang sering mengalaminya.

Dalam keadaan yang normal, vagina yang sehat memproduksi cairan untuk membersihkan vagina dari benda-benda asing yang tidak diinginkan. Cairan tersebut juga berfungsi sebagai pelumas dalam hubungan seksual untuk membantu penetrasi penis, serta membantu fungsi reproduksi. Sekresi alami tersebut bisa cair seperti air atau kadang-kadang agak berlendir, umumnya cairan yang keluar sedikit, jernih dan tidak berbau.

Selama kehamilan, menjelang dan sesudah menstruasi dan pada masa ovulasi atau masa subur ketika sel telur siap dibuahi, vagina cenderung mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga timbul keputihan. Begitu juga akibat rangsangan seksual dan saat melakukan senggama cairan yang dikeluarkan vagina lebih banyak. Keputihan yang terjadi karena hal tersebut, masih tergolong normal dan sehat. Namun, jika cairan yang keluar berlebihan dan sifatnya berubah-ubah, menimbulkan rasa gatal, rasa panas dan perih sewaktu buang air kemih atau rasa nyeri sewaktu bersenggama, serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, maka hal tersebut perlu diwaspadai karena merupakan keputihan yang tidak semestinya.

Keputihan bukan suatu penyakit tersendiri, tetapi dapat merupakan gejala dari suatu penyakit lain. Keputihan yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan keluhan, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Keputihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi mikroorganisme yaitu bakteri, jamur, virus atau parasit. Juga dapat disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon, stres, kelelahan kronis, peradangan alat kelamin, benda asing dalam vagina, dan adanya penyakit dalam organ reproduksi seperti kanker leher rahim. Keputihan akibat infeksi penularannya sebagian besar melalui hubungan seksual.

Jumlah, warna, dan bau dari cairan keputihan akibat infeksi mikroorganisme tergantung dari jenis mikroorganisme yang menginfeksinya. Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis ciri-cirinya : cairan yang keluar bersifat encer, berwarna hijau terang dan berbau tidak sedap, disertai dengan rasa gatal, sering buang air kecil tapi sedikit-sedikit dan rasanya panas. Infeksi oleh jamur Candida albicans mempunyai ciri-ciri : cairan vagina yang keluar berwarna putih, kental, ada bercak putih yang melekat pada dinding vagina, seringkali disertai rasa gatal yang intensif. Infeksi oleh bakteri Gardnerella vaginalis menimbulkan cairan yang berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket, berbau tidak sedap serta rasa gatal dan panas pada vagina.

Herbal atau tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keputihan diantaranya berfungsi sebagai antiradang, anti-infeksi, antiseptik, menghilangkan gatal, pengelat (mengerutkan selaput lendir sehingga dapat mengurangi sekresi cairan). Menggunakan resep dari herbal harus dilakukan setiap hari secara teratur sampai keluhan hilang.

Tumbuhan obat yang digunakan untuk mengatasi keputihan, antara lain :

1.Daun Sirih (Piper betle L.)
Khasiat : antiradang, anti-infeksi dan menghilangkan gatal.

2.Sambiloto (Andrographis paniculata)
Khasiat : antiradang, menghilangkan bengkak, menghilangkan panas.

3.Kunyit (Curcuma longa L.)
Khasiat : antiradang, antibakteri

4.Kulit delima (Punica granatum)
Khasiat : sebagai astringent /pengelat (mengurangi sekresi cairan)

5.Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)
Khasiat : berkhasiat antiradang, antikanker

6.Tumbuhan Leunca (Solanum nigrum L.)
Khasiat : antiradang, antikanker, menghilangkan bengkak, menghilangkan gatal, peluruh kemih, menghilangkan panas.

7.Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata)
Khasiat : antiradang, pengelat (astringent), peluruh kemih, menghilangkan keputihan.

Berikut contoh resep herbal untuk mengatasi keputihan

Resep 1. (Pemakaian luar)
10-15 lembar daun sirih + 30 gram daun jambu biji, dicuci bersihlalu direbus dengan 2 liter air hingga tersisa 1 liter, disaring, hangat-hangat kuku digunakan untuk mencuci vagina. Lakukan secara teratur.

Resep 2. (Pemakaian dalam)
20 gram kunyit (dipotong-potong)+ 10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering, dicuci bersih semuanya, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (dapat ditambahkan gula aren atau madu). Lakukan secara teratur. ***(hembing)

Print Print Send Kirim Teman



Berita Lainnya:
Bahaya di Balik Tren Yoga
29 Mei 2007, 17:43 WIB
RS JEC Laporkan Balik Mantan Pasien Soal Tuduhan Malpraktik
28 Mei 2007, 18:27 WIB
Dana Global Fund:
Bantuan Dihentikan Setelah Menyimpang
25 Mei 2007, 09:12 WIB
Usul Resolusi Flu Burung RIDiterima Majelis Kesehatan Dunia
23 Mei 2007, 12:46 WIB
Resep Artis Turunkan Berat Badan
22 Mei 2007, 17:08 WIB

Berita Terkait:

TANAMAN PINANG (Areca catechu) SEBAGAI TANAMAN OBAT

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
SUMBER:
http://www.tanaman-obat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=158:tanaman-pinang-sebagai-tanaman-obat&catid=1:artikel-tanaman-obat&Itemid=56
===
TANAMAN PINANG (Areca catechu) SEBAGAI TANAMAN OBAT






Air rebusan dari biji pinang digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan disentri oleh masyarakat desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memeperkecil pupil mata. Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat.



Sementara bagi masyarakat Papua umumnya, pinang muda digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Selain sebagai obat penguat gigi, masyarakat pesisir pantai desa Assai dan Yoon-noni, yang didiami oleh suku Menyah, Arfak, Biak dan Serui (Papua), biji pinang muda digunakan sebagai obat untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan oleh kaum wanita dengan cara memasak buah pinang muda tersebut dan airnya diminum selama satu minggu.



Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). Selain itu umbut dapat juga dimakan sebagai lalab atau acar.



Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan, dan sakit pinggang. Selain sebagai obat, pelepah daun digunakan untuk pembungkus makanan dan bahan campuran untuk topi.



Sabut pinang rasanya hangat dan pahit, digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.



Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3 - 0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang telah mengalami perlakuan. Arekolin selain berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang, sehingga bersifat memabokkan bagi penggunanya. Mengingat kandungan kimia tanaman pinang (alkaloid arekolin) mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.

Pinang (Areca Catechu L)



STOPUTIH MENGANDUNG PINANG Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id

===

SUMBER:

http://www.jamitra.com/pinang.htm

===

Sinonim : A. hourtensis, Lour



Familia : Arecaceae



Pinang merupakan tumbuhan liar di tepi sungai, atau tempat-tempat lain yang sudah di budidayakan di pekarangan rumah, pinang tumbuh pada ketinggian 1-1. 400 m dpl’ berpohon lansing tumbuh tegak dengan tinggi 10-30 m dengan diameter 15-20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun lepas,daun majemuk tumbuh menyirip di ujung batang, membentuk roset batang, pelapah daun berbentuk tabung, panjang 80 cm, tangkai daun pendek, panjang daun 1- 1,8 m, panjang daun 85 cm, lebar 5cm, dengan ujung sobek dan bergerigi, tongkol bunga dengan seludang panjang yang mudah rontok, keluar dari bawah roset daun panjang 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap, ada satu bunga betina pada pangkal, di atas bunga jantan tersusun dalam dua baris yang tertancap dalam alur, bunga jantang panjang 4 mm, putih kuning, benang sari 6, bunga betina panjang 1,5 cm, hijau bakal buah beruang satu, buahnya buah buni, bulat telur sunsang memanjang 3,5 - 7 cm, dinding buah berserabut, bila masak berwarna merah orange,biji satu bentuknya kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak dangkal dengan ujung lekukan agak datar, panjang antara 15-30 cm, permukaan luar berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuk menyerupai jala dengan warna yang lebih muda,



Umbutnya dapat di makan sebagai lalap atau acar, sedang buah salah satu ramuan untuk sirih, dan penghasil zat samak, pelapah daun di sebut upih (bahasa Sunda), di gunakan untuk pembungkus makanan, bahan campuran pembuatan topi anyaman, berkembang-biak dengan biji.



Nama Lain :



Jambe, penang, wohan (Jawa), pineng, pineung, pinang, batang mayang, batang bongkah, batang pinang, pining, boni (Sumatra), gahat, gehat, taan, pinang (Kalimantan), alosi, mamaan, nyangan, luhuto, luguto, puko roko, amongon (Sulawisi), bua, hui, soi, hualo, hual, soin, palm (Maluku), bua, winu.



PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :



Cacingan, Perut kembung, Luka, Batuk berdahak, Diare, Kudis; Koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, difteri; Tidak nafsu makan, Sembelit, Sakit pinggang, gigi dan gusi,;







PEMANFAATAN :



Bagian yang Dipakai:



Biji, daun, sabut.







KEGUNAAN:







Biji (Binglang):



- Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis.



- Perut kembung akibat gangguan pencernaan.



- Bengkak karena retensi cairan (edema).



- Rasa penuh di dada.



- Luka.



- Batuk berdahak.



- Diare.



- Terlambat haid, Keputihan.



- Beri-beri, edema. Malaria.



- Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.







Daun:



- Tidak napsu makan.



- Sakit pinggang (lumbago).







Sabut:



- Gangguan pencernaan (dyspepsia).



- Sembelit.



- Edema dan beri-beri.



PEMAKAIAN:







Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus.



Pemakaian luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.















CARA PEMAKAIAN:







1. Cacingan:



30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan



perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum



sekaligus sebelum makan pagi.



2. Luka:



Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.







3. Kudis:



Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai



menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh



yang kudis.







4. Koreng:



Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak,



tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar.



Bahan-bahan tersebut dicampur ialu digiling halus. Lumurkan pada



koreng yang telah dibersihkan.







5. Disentri:



Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam



1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.







6. Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi:



Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa



menit, lalu ampasnya dibuang.







7. Sakit pinggang:



Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan



minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat-



hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.







8. Difteri:



1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir



air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk



kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.



Lakukan 3 kali sehari.



















Efek samping:







Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syarat. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah.







Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.



Pengobalan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).







KOMPOSISI :



SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:



Biji: Pahit, pedas, hangat. Obat cacing (anthelmintic), peluruh kentut (antiflatulent), peluruh haid, peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, memperbaiki pencernaan, pengelat (astringen), pencahar (laksan). Daun: Penambah napsu makan. Sabut: Hangat, pahit. Melancarkan sirkulasi tenaga, peluruh kencing, pencahar.







KANDUNGAN KIMIA: Biji mengandung 0,3-0,6% alkaloid, seperti Arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tanin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid, dibandingkan biji yang telah diproses. Arekolin: Obat cacing dan berkhasiat sebagai penenang.











Sumber : dari berbagai sumber

PINANG

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
SUMBER:
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=94
===

Pinang
(Areca catechu L.)

Sinonim :
= A. hortensis, Lour.

Familia :
Arecaceae

Uraian :
Pinang umumnya ditanam di pekarangan, di taman-taman atau dibudidayakan, kadang tumbuh liar di tepi sungai dan tempat-tempat lain, dapat ditemukan dari 1-1.400 m dpl. Pohon berbatang langsing, tumbuh tegak, tinggi 10-30 m, diameter 15-20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun yang lepas. Daun majemuk menyirip tumbuh berkumpul di ujung batang membentuk roset batang. Pelepah daun berbentuk tabung, panjang 80 cm, tangkai daun pendek. Panjang helaian daun 1-1,8 m, anak daun mempunyai panjang 85 cm, lebar 5 cm, dengan ujung sobek dan bergigi. Tongkol bunga dengan seludang panjang yang mudah rontok, keluar dari bawah roset daun, panjang sekitar 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap. Ada 1 bunga betina pada pangkal, di atasnya banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Bunga jantan panjang 4 mm, putih kuning, benang sari 6. Bunga betina panjang sekitar 1,5 cm, hijau, bakal buah beruang satu. Buahnya buah buni, bulat telur sungsang memanjang, panjang 3,5-7 cm, dinding buah berserabut, bila masak warnanya merah oranye. Biji satu, bentuknya seperti kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak datar dengan suatu lekukan dangkal, panjang 15-30 mm, permukaan luar berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuk-lekuk menyerupai jala dengan warna yang lebih muda. Umbutnya dimakan sebagai lalab atau acar, sedang buahnya merupakan salah satu ramuan untuk makan sirih, dan merupakan tanaman penghasil zat samak. Pelepah daun yang bahasa Sundanya disebut upih, digunakan untuk pembungkus makanan, bahan campuran untuk pembuatan topi, dsbnya. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Jambe, penang, wohan (Jawa). pineng, pineung, pinang,; Batang mayang, b. bongkah, b. pinang, pining, boni (Sumtra); Gahat, gehat, kahat, taan, pinang (Kalimanantan). alosi; mamaan, nyangan, luhuto, luguto, poko rapo, amongon.(Sul.); Bua, hua, soi, hualo, hual, soin, palm (Maluku). bua, winu,;
---
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Cacingan, Perut kembung, Luka, Batuk berdahak, Diare, Kudis; Koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, difteri; Tidak nafsu makan, Sembelit, Sakit pinggang, gigi dan gusi,;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Biji, daun, sabut.

KEGUNAAN:
Biji (Binglang):
- Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis.
- Perut kembung akibat gangguan pencernaan.
- Bengkak karena retensi cairan (edema).
- Rasa penuh di dada.
- Luka.
- Batuk berdahak.
- Diare.
- Terlambat haid, Keputihan.
- Beri-beri, edema. Malaria.
- Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.

Daun:
- Tidak napsu makan.
- Sakit pinggang (lumbago).

Sabut:
- Gangguan pencernaan (dyspepsia).
- Sembelit.
- Edema dan beri-beri.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus.
Pemakaian luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.

CARA PEMAKAIAN:
1. Cacingan:
30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan
perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum
sekaligus sebelum makan pagi.

2. Luka: Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.

3. Kudis:
Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai
menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh
yang kudis.

4. Koreng:
Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak,
tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar.
Bahan-bahan tersebut dicampur ialu digiling halus. Lumurkan pada
koreng yang telah dibersihkan.

5. Disentri:
Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam
1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.

6. Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi:
Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa
menit, lalu ampasnya dibuang.

7. Sakit pinggang:
Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan
minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat-
hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.

8. Difteri:
1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir
air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk
kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.
Lakukan 3 kali sehari.

Efek samping:
Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syarat. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah.
Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.
Pengobalan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).
---
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Biji: Pahit, pedas, hangat. Obat cacing (anthelmintic), peluruh kentut (antiflatulent), peluruh haid, peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, memperbaiki pencernaan, pengelat (astringen), pencahar (laksan). Daun: Penambah napsu makan. Sabut: Hangat, pahit. Melancarkan sirkulasi tenaga, peluruh kencing, pencahar. KANDUNGAN KIMIA: Biji mengandung 0,3-0,6% alkaloid, seperti Arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tanin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid, dibandingkan biji yang telah diproses. Arekolin: Obat cacing dan berkhasiat sebagai penenang.

PINANG

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan orang. Pelbagai nama daerah di antaranya adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Md.), jambe (Sd., Jw.), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku) dan berbagai sebutan lainnya.[1]

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, dan nama ilmiahnya adalah Areca catechu.
---
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Deskripsi
* 2 Kegunaan
* 3 Perdagangan
* 4 Budaya
* 5 Rujukan
* 6 Pranala luar
---
Batang lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm, meski ada pula yang lebih besar. Tajuk tidak rimbun.

Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.

Tongkol bunga dengan seludang (spatha) yang panjang dan mudah rontok, muncul dibawah daun, panjang lebih kurang 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap, sumbu ujung sampai panjang 35 cm, dengan 1 bunga betina pada pangkal, di atasnya dengan banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Bunga jantan panjang 4 mm, putih kuning; benang sari 6. Bunga betina panjang lebih kurang 1,5 cm, hijau; bakal buah beruang 1.

Buah buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5 - 7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala.[2]

Di Jawa, pinang tumbuh hingga ketinggian 1.400 m dpl.
---
Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal sebagai betel nut. Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir dan kapur.

Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline), yang sedikit banyak bersifat racun dan adiktif, dapat merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang di apotek biasa digunakan untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita. [3] Sementara itu, beberapa macam pinang bijinya menimbulkan rasa pening apabila dikunyah. Zat lain yang dikandung buah ini antara lain arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline dan beberapa unsur lainnya.

Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.[1]
Perkebunan pinang di Taiwan

Akar pinang jenis pinang itam, di masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar.

Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Meski kurang begitu awet, kayu pinang yang tua juga dimanfaatkan untuk bahan perkakas atau pagar. Batang pinang tua yang dibelah dan dibuang tengahnya digunakan untuk membuat talang atau saluran air.

Pinang juga kerap ditanam, di luar maupun di dalam ruangan, sebagai pohon hias atau ornamental.
---
Saat ini biji pinang sudah menjadi komoditi perdagangan. Ekspor dari Indonesia diarahkan ke negara-negara Asia selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, atau Nepal. Negara-negara pengekspor pinang utama adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Myanmar.

Biji pinang yang diperdagangkan terutama adalah yang telah dikeringkan, dalam keadaan utuh (bulat) atau dibelah. Di negara-negara importir tersebut biji pinang diolah menjadi semacam permen sebagai makanan kecil.
---
Pinang sudah sangat lama menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Nusantara. Relief pada Candi Borobudur dan Candi Sukuh, keduanya berselisih sekitar delapan abad, menampilkan pohon pinang secara jelas.

Pinang juga menjadi bahan pepatah, yaitu:
“ Bagai pinang dibelah dua ”

Yakni perumpamaan yang sering digunakan untuk menunjukkan rupa atau perilaku yang mirip.
---