Sunday, October 24, 2010

Purple Mangosteen

XAMTHONE PLUS Jus manggis untuk segala penyakit.
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com
UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
DETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.com
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

The Purple Mangosteen (Garcinia mangostana), colloquially known simply as "the mangosteen", is a tropical evergreen tree believed to have originated in the Sunda Islands and the Moluccas of Indonesia. The tree grows from 7 to 25 m (20–80 ft) tall. The rind (exocarp) of the edible fruit is deep reddish purple when ripe. Botanically an aril, the fragrant edible flesh can be described as sweet and tangy, citrusy with peach flavor and texture.

The purple mangosteen belongs to the same genus as the other, less widely known, mangosteens, such as the button mangosteen (G. prainiana) or the Garcinia madruno (G. madruno).


Friday, October 22, 2010

manggis dan khasiatnya


UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

MANGGIS

Manggis dengan nama latinnya Garcinia mangostana L, adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara dan Asia Tenggara. Pohon manggis bisa tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada juga varian yang kulitnya berwarna merah atau kuning. Manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”. Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.

Secara ilmiah buah manggis diklasifikasikan sebagai berikut:

(i) Kerajaan: Plantae,
(ii) Divisi: Magnoliophyta,
(iii) Kelas: Magnoliopsida,
(iv) Ordo: Malpighiales,
(v) Famili: Clusiaceae,
(vi) Spesies: G. Mangostana,dan
(vii) Nama binomial/ latin: Garcinia mangostana L

KHASIAT MANGGIS

Di Asia khususnya di Indonesia manggis belum dibudidayakan dan diolah secara optimal karena masih dianggap buah rakyat, karena kulitnya yang kebanyakan warnanya ungu kemerah-merahan kalau termakan rasanya sepet, dan menimbulkan rasa tidak enak di lidah, begitu pula buahnya manis memang rasanya namun kalau bijinya sampai tergigit dan terkunyah rasanyapun akan menjadi tidak enak, sehingga pada waktu anak-anak dahulu biasanya buah manggis hanya dijadikan mainan tebak-tebakan.

Konon orang tua-tua kita di beberapa daerah dahulu banyak menggunakan buah manggis “terkadang” untuk obat, bagi mereka yang sudah tahu khasiatnya yaitu antara lain untuk obat penurun panas deman dan diaree. Namun saat sekarang, melalui kajian terkini secara sainsifik klinis dan medis telah membuktikan akan khasiat dan kelebihan manggis dengan penemuan sejenis bahan aktif di dalam manggis yang dikenali sebagai xanthone.

Xanthone ialah suatu bahan kimia aktif dengan struktur yang terdiri 3 cincin dan ini yang menjadikannya manggis sangat stabil ketika berada dalam badan. Struktur ini menjadikannya sangat stabil dalam keadaan panas atau dingin. Di alam bebas terdapat lebih dari 200 jenis bahan xanthone, akan tetapi lebih dari 40 jenis xanthone terdapat dalam manggis dan ini merupakan kandungan yang terbanyak. Khasiat utama dari xanthone ialah secara spesifik memiliki sifat anti oksidan, yaitu menghambat proses oksidasi atau proses penuaan tubuh/ sel tubuh.

Bahan aktif Xanthone akan melindungi sel dan mengurangi kerusakan pada sel akibat radikal bebas, selain bermanfaat sebagai anti-oksidan, manggis juga berkhasiat sebagai antibakteri, anti-kanker, dan anti-radang. Bagian lain yang sangat bermanfaat adalah kulit buahnya (pericarp/ rind). Kulit manggis menghasilkan warna merah keunguan, dan amat sulit dibersihkan apabila nempel di kain, karena ia mengandung tanin, resin, dan crystallizable mangostine (C20H22O5) yang mudah larut dalam alkohol atau ether, namun tidak larut dalam air.

Kulit manggis amat berkhasiat bagi penderita rematik untuk membuang asam ureat dalam tubuh yang menyebabkan reumatik/ gout. Cara penggunaan yang sangat sederhana dan tradisional untuk membuang asam ureat tersebut, adalah sebagai berikut:

1. Ambil Kulit buah manggis iris kecil kemudian jemur sampai kering
2. Ambil 1 gelas air panas, celupkan 2-3 iris kulit buah manggis kering tadi.
3. Minum ramuan setelah hangat dan warna air jadi ungu.

PENELITIAN SAINS DAN BEBERAPA PENDAPAT PARA AKHLI

Yang paling utama dari manggis adalah kulitnya, sebab dalam kulitnya terdapat antioksidan yang merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit. Menurut Dr. Sam Walters, seorang master dalam bidang biologi sain dengan spesialisasi nutrisi manusia, penelitian badan-badan pengobatan di dunia menunjukkan bahwa manggis secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit. Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4 rakyat Amerika Serikat mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan meninggal dunia pada usia dini. Solusi terbaik adalah dengan pencegahan, mereka merawat banyak pengidap kanker dan mendetoksifikasi logam berat dengan manggis. Kulitnya yang mengandung Xanthone penyembuh kanker payudara, kanke paru-paru, kanker perut,leukemia, dll.

Zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan zat xanthone ini dapat menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Menurut Dr. Ir. Raffi Paramawati (Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian), radikal bebas masuk melalui makanan yang kita konsumsi dan merupakan penyebab utama penyakit jantung, stroke, kanker,dsbnya. Antioksidan yang bernama Xanthone ini dalam manggis kadarnya bisa mencapai 123,97 mg per ml.

Dengan mengkonsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksi dan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh kita yang rusak dan menjadi lebih baik sebab manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi dalam tubuh kita. Seseorang yang masih muda kalau sedang menderita penyakit degeneratif kelihatannya seperti usia 60-an tahun, tapi ketika sembuh setelah minum manggis wajahnya seperti umur 30-an tahun.

Menurut Dr. Berna Elya, Peneliti Departemen Farmasi Universitas Indonesia khasiat Xanthone bukan hanya antioksidan, tetapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat bebrapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru dll. Xanthone dalam kulit buah manggis juga ampuh mengartasi penyakit tuberculosis (TBC), asma, leukemia, antiinflamasi dan antidiare. Faedah lain manggis sebagai antijamur dan antibakteri penyebab jerawat. Menurut Dr. Berna, antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner dan mengatasi HIV, semua ini hanya sebagian kecil dari khasiat kulit manggis yang sering mengisi tong sampah.

Buah Manggis Berkhasiat Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Buah manggis tumbuh liar di hutan dan pegunungan dengan ketinggian pohon bias mencapai lebih dari 15 meter namun mempunyai masa berbuah yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun..Indonesia salah satu sentra penghasil manggis yang diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Amerika dan Eropa.Ratu segala buah (queen of fruits), begitulah julukan orang-orang yang memahami khasiat buah manggis untuk kesehatan dan kecantikan. Rasanya yang manis, lezat dan lembut membuat buah manggis banyak disukai orang.

Yang paling utama dari buah manggis adalah kulitnya, sebab dalam kulitnya terdapat antioksidan yang merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit. Menurut Dr. Sam Walters, Master dalam bidang biologi Sain dengan spesialisasi nutrisi manusia, penelitian badan-badan pengobatan di dunia menunjukkan bahwa buah manggis secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit.Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4 rakyat Amerika Serikat mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan meninggal dunia pada usia dini. Solusi terbaik dalah pencegahan. Mereka merawat banyak pengidap kanker dan mendetoksifikasi logam berat dengan buah manggis. Kulitnya yang mengandung Xanthone penyembuh kanker payudara, kanke paru-paru, kanker perut,leukemia, dll.

Mayoritas pasien yang dirawat merupakan penderita stadium 4 ke atas, mereka hanya mempunyai waktu 6-8 minggu untuk hidup. Ternyata manggis mampu mengembalikan hidup para pasien tersebut.Yang dibutuhkan tubuh adalah bahan biologis, bukan bahan kimia.

Zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan. Xanthone dapat menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat.Menurut Dr. Ir. Raffi Paramawati (balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian), radikal bebas masuk melalui makanan yang kita konsumsi dan merupakan penyebab utama penyakit jantung, stroke, kanker,dsbnya. Antioksidan yang bernama Xanthone ini kadarnya mencapai 123,97 mg per ml.

Konsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksidan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh kita yang rusak dan menjadi lebih baik sebab manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sisten antibody dalam tubuh kita. Seseorang yang masih muda kalau sedang menderita penyakit degeneratif kelihatannya seperti usia 60-an tahaun, tapi ketika sembuh setelah minum manggis wajahnya seperti umur 30-an tahun.

Menurut Dr. Berna Elya, Peneliti Departemen Farmasi Universitas Indonesia khasiat Xanthone bukan hanya antioksidan, tetapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat bebrapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru dll. Xanthone dalam kulit manggis juga ampuh mengartasi penyakit tuberculosis (TBC), asma, leukemia, antiinflamasi dan antidiare.Faedah lain manggis sebagai antijamur dan antibakteri penyebab jerawat.

Menurut Dr Berna, antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner dan mengatasi HIV, semua ini hanya sebagian kecil dari khasiat kulit manggis yang mengisi tong sampah.

Manggis tidak ada yang dibuang, daging buahnya, bijinya sampai kulitnya yang bias diekstrak menjadi antioksidan super. Manggis juga sangat baik untuk wanita, tetapi untuk wanita sedang hamil tidak boleh mengkonsumsiya. Untuk pencegahan, sebaiknya konsumsilah manggis setiap hari, buah berkhasiat untuk kesehatan manusia.

Khasiat Pengobatan Di Balik Kulit Manggis


UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Seorang pemilik kebun manggis di Bogor terheran-heran. Apa pasal? Ada orang yang menawar kulit buah manggisnya dengan harga tinggi. "Buahnya sebanyak itu nantinya mau saya apain?" ujarnya. Ia heran, kenapa orang itu bernafsu memborong kulit manggisnya. Setelah mencari tahu ia paham, ternyata kulit manggis berpotensi besar sebagai obat alami.

Ketika mengarungi dunia maya, ia menemukan ada banyak reklame produk suplemen yang berbahan kulit manggis. Dipromosikan bahwa minuman sari kulit manggis itu mengandung antioksidan tinggi, sehingga ampuh menangkal radikal bebas dan penuaan, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Dinyatakan pula bahwa keajaiban sari kulit manggis ini dapat meringankan sekitar 70-an macam gangguan kesehatan.

Di antaranya stroke, kanker, diabetes, jantung, hipertensi, nyeri akibat sindroma terowongan karpal, menurunkan kadar gula darah tinggi, meringankan psoriasis, serta sederet masalah lainnya.

Dengan semua keunggulan tersebut, pantas saja harga sebotol sari kulit manggis yang ukurannya tak lebih dari 300 ml bisa mencapai 200 ribu rupiah. Dan orang yang ingin sehat biasanya tak peduli harga tinggi. Di sisi lain, banyak orang yang makin tertarik untuk meraup keuntungan dari bisnis kulit manggis ini.

Diburu banyak peminat


Mereka yang biasa mengutak-atik atau mendalami tanaman obat (herba) biasanya sudah mengenal dan memanfaatkan tanaman manggis, terutama buah dan daunnya, untuk diolah menjadi obat alami. Namun, soal manfaat kulit manggis, baru belakangan ini "naik daun". Warna kulit manggis yang ungu diyakini kaya akan zat antioksidan kuat.

Seorang teman yang tinggal di Jerman juga mengatakan bahwa di negara itu khasiat kulit manggis sedang diperbincangkan. Banyak orang kini sibuk mencari hasil riset maupun kajian ilmiah tentang kulit manggis dan kemudian berencana membuat ekstrak kulit manggis yang memiliki nilai jual tinggi.

Di dalam negeri, segelintir orang mulai berminat berbisnis maupun mencoba beralih profesi menjadi petani buah manggis. Alasannya sama, tak terlalu peduli buah, tapi kulitnya. Apalagi banyak "peminat" yang siap membeli kulit manggis.

Sudah lama sebenarnya kulit manggis diketahui berkhasiat. Meski hanya mengandalkan testimoni atau pengalaman empiris, sudah cukup membuat manggis populer. Meski begitu, untuk kalangan peneliti maupun ahli obat alami, tak cukup "sekadar" kesimpulan empiris menyangkut manfaatnya.

Tak heran, dalam 20 tahun terakhir penelitian dan pemanfaatan tanaman obat terus meningkat, terutama sesudah peristiwa thalidomide di tahun 1950-1960. Saat itu sedikitnya 2.000 bayi lahir dalam kondisi cacat, tanpa memiliki lengan atau tungkai.

Setelah ditelusuri, cacatnya bayi-bayi tersebut diakibatkan saat hamil, ibu mengonsumsi thalidomide, yang mengandung enantiomer sebagai zat penenang. Obat itu pun dinyatakan hanya boleh didapat dengan resep dokter.

Baru pada November 1962, thalidomide ditarik dan pasaran. Sejak saat itulah seruan back to nature dalam bidang kesehatan mulai digencarkan. Di Indonesia, gerakan itu baru mulai "terasa" sepuluh tahun terakhir.

Seluruh Bagian Berkhasiat

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati melimpah, Indonesia memiliki sumber tanaman herbal yang tiada habisnya. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat, yaitu manggis. Tak hanya nikmat disantap sebagai buah segar, manggis juga memiliki sejumlah kemampuan.

Bahkan hampir semua bagian tanaman buah ini menyimpan khasiat. Secara tradisional manggis digunakan sebagai obat sariawan, wasir, dan luka karena kemampuan antiinflamasi atau antiperadangan.

Salah satu paparan tentang khasiat buah manggis diungkapkan oleh Prof. Dr.H.R. Sidik, guru besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran, Bandung. Dijelaskan bahwa tumbuhan bernama Latin Garcinia mangostana ini memiliki batang kayu keras. Cabangnya teratur, berkulit cokelat, dan bergetah. Kulit kayunya dapat mengobati penyakit disentri, diare, dan sariawan mulut.

Untuk mengobati disentri, kulit dua buah manggis dicuci, dipotong-potong, dan direbus dengan empat gelas air sampai volumenya tinggal setengahnya. Rebusan kulit manggis yang sudah dingin dan disaring bisa ditambah madu. Minum dua kali sehari dan lihat hasil pengobatannya terhadap penyakit disentri yang diderita.

"Sama dengan pengobatan penyakit disentri, untuk menyembuhkan diare, tinggal melakukan langkah serupa. Tapi, volume airnya lebih sedikit, hanya tiga gelas," kata anggota Panitia Nasional Pengembangan Tumbuhan Obat Departemen Kesehatan ini.

Untuk mengobati sariawan, langkah yang dilakukan sama saja dengan prosedur pembuatan ramuan penyembuh diare. Hanya, air rebusan hasil saringan cukup digunakan untuk berkumur kumur. Lakukan tiga sampai enam kali dalam sehari.

Hambat Bakteri

Dalam paparannya, Prof. Sidik juga menjelaskan aspek farmakologis dari tanaman manggis yang diperoleh dari sejumlah penelitian. Kulit buah manggis diketahui mempunyai daya antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri.

"Kulit buah manggis juga bersifat antijamur," ujarnya. Aktivitas antijamur hasil isolasi beberapa xanton (salah satu jenis zat warna pada manggis) yang berasal dari kulit buah manggis dan beberapa derivat mangostin terhadap jamur Fusarium oxysporum
f. sp. Vasinfectum, Alternaria tenuis, dan Drechela oryzae dapat menghambat pertumbuhan semua jamur tersebut.

Telah dilakukan pula penelitian terhadap aktivitas xanton dalam kulit manggis terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik metisilin. Hasilnya menunjukkan bahwa satu isolate aktif, alfamangostin, yang merupakan salah satu derivat xanton, menghambat pertumbuhan bakteri tersebut dengan MIC sebesar 1,57-12,5 µg/mL.

Penelitian antiinflamasi dari kulit buah manggis dilakukan dengan menggunakan mangostin dari ekstrak etanol 40 persen mempunyai aktivitas penghambatan yang kuat terhadap pelepasan histamin dan sintesis prostaglandin E2 sebagai mediator inflamasi. Ekstrak metanol kulit buah manggis mempunyai efek meredam radikal bebas yang kuat.

Menangkis kanker

Selain itu, ekstrak metanol mangostin dari kulit buah manggis dapat menghambat sel kanker dan menyebabkan apoptosis pada sel kanker payudara serta menghambat produksi spesies oksigen reaktif sebagai radikal bebas. Berdasarkan penelitian tersebut, mangostin dari ekstrak metanol kulit buah manggis mempunyai potensi sebagai kemopreventif terhadap kanker.

Studi terhadap aktivitas antikanker pada enam xanton yang diekstraksi dari kulit buah manggis secara invitro pada sel leukemia manusia diperoleh hasil bahwa semua xanton yang diuji menghambat pertumbuhan sel kanker dan menginduksi apoptosis. Efek terkuat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker tersebut dilakukan oleh alfamangostin.

Melihat kandungan kimia yang dimiliki manggis, terutama bagian kulitnya, potensi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut cukup besar, baik dalam bidang farmasi maupun bidang lainnya. Beberapa fakta tersebut menjadikan kulit manggis kini mulai menarik minat banyak orang di banyak negara.

Yang terpenting dengan ditemukannya khasiat "ajaib" kulit manggis, diharapkan akan ditemukan obat alami yang lebih efektif mengobati penyakit-penyakit berat yang mematikan, seperti kanker.

Ratu Buah Tropis

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Itulah sebab, banyak pihak yang meyakini buah yang satu ini asli Indonesia

secara fisik, pohon manggis mampu tumbuh mencapai 7 hingga 25 meter. Bentuknya khas dengan kulit berwarna merah keunguan ketika matang, meski ada juga varian yang kulitnya berwarna merah.

Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis, dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.

Buah ini merupakan spesies terbaik dari genus Garcinia. Manggis termasuk buah eksotik yang sangat digemari konsumen, baik didalam maupun luar negeri, karena rasanya lezat, bentuk buah yang indah, dan tekstur daging buah yang putih halus.

Tidak heran, manggis mendapat julukan Queen of Tropical Fruits (ratunya buah-buah tropis).

Asli Jambi, Bukan Malaysia

Kalangan ilmuwan hortikultura dari Indonesia mengungkapkan sebuah fakta baru: buah manggis yang selama ini lebih dikenal sebagai buah asal Malaysia sebenarnya merupakan buah asli Indonesia. Tentu saja ini bukan asal klaim, seperti yang selama ini sering dilakukan oleh negeri jiran itu.

Ketua Masyarakat Ilmuwan Hortikultura Internasional (ISHS), Prof. Dr. Roedhy Poerwanto, MSc, mengungkapkan bahwa hingga saat ini literatur atau bahan bacaan ilmiah yang beredar di seluruh dunia menyebutkan manggis adalah buah Malaysia. Hal itu karena adanya "tetua" manggis yang nama spesiesnya Malaccensis, sehingga diperkirakan dari Malaka atau Malaysia. Padahal, menurut Ketua Perhimpunan Hortikultura Indonesia itu, spesies Malaccensis dan Hombroinina yang menurunkan manggis Indonesia sejak dulu sudah banyak terdapat di Jambi.

Dengan bukti tersebut, tambahnya, buku-buku teks yang menyebutkan manggis buah asal Malaysia perlu diperbaiki dan ke depan harus menyebutkan manggis adalah buah asal Indonesia.

Roedhy menambahkan, para ilmuwan Indonesia telah mengajukan bukti bahwa manggis merupakan buah asli Indonesia dalam simposium internasional tentang buah-buahan tropis dan subtropis ke-4 di Bogor, Jawa Barat, yang diikuti kalangan ilmuwan hortikultura dari seluruh dunia, pada tahun 2008.

Para peserta yang umumnya ilmuwan hortikultura itu menyambut positif bukti-bukti dan penjelasan yang diajukan Indonesia dan ini jelas semakin menguatkan bahwa manggis memang buah asli Indonesia.

Simposium yang diikuti kalangan ilmuwan hortikultura dari berbagai negara tersebut diadakan setiap empat tahun sekali. Tahun 1996 diadakan di Thailand, kemudian pada tahun 2000 di Australia, dan 2004 di Brasil.

Manfaat Kulit dan Isinya

Tak adil rasanya hanya mengupas keunggulan kulitnya dan melupakan isi manggis yang putih berseri. Apa saja khasiat sang ratu buah tropis ini?

Buah Manggis
Sangat menyegarkan, mengandung gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa. Komposisi bagian buah yang dimakan per 100 gram meliputi 79,2 gram air, 0,5 gram protein, 19,8 gram karbohidrat, 0,3 gram serat, 11 mg kalsium, 17 mg fosfor, 0,9 mg besi, 14 IU vitamin A, 66 mg vitamin C, vitamin B (tiamin) 0,09 mg, vitamin B2 (riboflavin) 0,06 mg, dan vitamin B5 (niasin) 0,1 mg. Kebanyakan buah manggis dikonsumsi dalam keadaan segar.

Kulit Manggis

• Kulit manggis bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan bahan baku obat-obatan. Kulit ini mengandung senyawa xanton yang meliputi mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfamangostin, beta mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin, dan gartanin.

Senyawa xanton hanya dihasilkan oleh genus Garcinia. Di luar negeri kulit manggis sudah dimanfaatkan sebagai suplemen diet, antioksidan, dan antikanker.

• Menurut Dr. Berna Elya, peneliti di Departemen Farmasi Universitas Indonesia, khasiat xanton bukan hanya antioksidan, tapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, ekstrak ini juga bersifat apoptosis, penghancur sel kanker.

Xanton mampu merawat beberapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru. Xanton dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC), asma, leukemia, serta sebagai antiinflamasi dan antidiare. Diungkapkan Dr. Berna, selain antikanker dan antioksidan, juga mujarab untuk mengatasi jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama bagi pengidap HIV/AIDS.

• Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker payudara, lever, dan leukemia. Juga biasa digunakan sebagai antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan penurun tekanan darah tinggi. (portal.cbn)sumber www.suaramedia.com

PENELITIAN ILMIAH TENTANG MANGGIS


UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Penelitian Studi di Manggis

Manggis dan Xanthone perusahaan memiliki lebih bias, penelitian independen dan studi ilmiah dari yang lain botani dalam sejarah, dan dianggap oleh beberapa ahli untuk menjadi salah satu penemuan paling penting dalam industri kesehatan dan kesejahteraan.

Ilmu pengetahuan modern, pengalaman anekdotal dan klinis, dan obat rakyat sekarang setuju pada penggunaan menguntungkan manggis.

Melalui studi penelitian banyak Manggis, ilmuwan membuktikan bahwa buah ini luar biasa sangat membantu dalam mencegah dan mungkin menghentikan berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, penyakit Alzheimer, arhtritis dan penyakit kronis lainnya.

Berikut adalah contoh dari studi ilmiah di Manggis.

Penelitian Manggis dan Kanker
Para ilmuwan di Taipei, Republik Cina, menyarankan bahwa E Manggis Xanthone garcinone derivatif memiliki potensi untuk digunakan dalam mengobati jenis kanker tertentu, setelah menunjukkan bahwa E garcinone memiliki efek sitotoksik kuat pada sel-sel kanker hati, lambung dan paru-paru.

ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa enam Xanthones dari pericarps dari Manggis semua efek menghambat pertumbuhan ditampilkan pada baris sel leukimia manusia.

Dalam sebuah penelitian yang lebih baru, kelompok yang sama ilmuwan Jepang menemukan bahwa alpha-mangostin akan menjadi kandidat yang baik untuk pencegahan dan treament kanker.

Dalam studi lain, para peneliti manggis di Taiwan, Republik Cina, ditemukan Xanthones sebagai obat potensial untuk kanker setelah menunjukkan mereka untuk menjadi kuat anti-tumor agen.

Di Thailand, para ilmuwan juga menemukan bahwa ekstrak dari pericarp atau kulit dari Manggis memiliki potensi untuk pencegahan kanker kemoterapi.

Di Jepang, para ilmuwan di University of the Ryukyus di Okinawa menemukan bahwa alpha-mangostin, sebuah turunan Xanthone utama dari Manggis, memiliki efek chemopreventive kuat dan menyarankan bahwa paparan lebih lama untuk alpha-mangostin dapat membantu menekan perkembangan tumor.

Mikroba dan Penelitian Manggis
Sri Lanka ilmuwan diekstraksi Xanthones dari kulit akar, kulit batang dan lateks atau kulit manggis dan menemukan bahwa lateks dari Manggis mengandung lebih dari 75% dari Xanthones yang kuat antibakteri, sifat biologi anti-inflamasi, anti jamur dan lainnya.

Mereka menyimpulkan bahwa senyawa ini sangat bioaktif adalah alasan (Manggis) nilai obat Garcinia mangostana di kedokteran adat.

peneliti Jepang menemukan bahwa alpha-mangostin dari Manggis menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Staphylococcus aureus (Staph), yang "super" dengan strain yang telah menjadi resisten terhadap antibiotik yang sering digunakan banyak seperti penisilin, Flukloksasilin, oksasilin dan bahkan vankomisin. Para ilmuwan menyarankan bahwa alpha-mangostin mungkin menemukan penggunaan farmasi luas.

Sebuah Manggis lebih baru penelitian studi oleh para ilmuwan Thailand pada Staphylococcus aureus resisten methicillin-menunjukkan bahwa Manggis adalah salah satu yang paling efektif ekstrak tanaman obat terhadap bakteri ini.

">Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit serius dan mengancam nyawa, seperti meningitis, pneumonia dan septicimia. / p>

Manggis di Thailand peneliti juga mempelajari aktivitas antimycobacterial alpha-mangostin, beta-mangostin dan B garcinone dan menemukan bahwa mereka memiliki efek penghambatan yang kuat terhadap Mycobacterium tuberculosis.

Para peneliti di Singapura meneliti efek Xanthones manggis pada virus HIV-1 dan menemukan bahwa dua Manggis Xanthones, mangostin dan gamma-mangostin, menunjukkan kemampuan untuk menghambat aktivitas protease HIV-1 yang menyebabkan virus akan mampu infeksi .

Studi di Manggis dan LDL
ilmuwan Australia mempelajari efek antioksidan dari mangostin Xanthone,, dan menemukan bahwa melindungi LDL dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Ini membantu mencegah pembentukan plak yang menyumbat arteri dan menyebabkan penyakit jantung.

Buah Manggis sebagai Anti-inflamasi
ilmuwan Jepang di Universitas Tohoku menemukan bahwa gamma-mangostin, sebuah Manggis Xanthone derivatif, memiliki efek anti-inflamasi kuat pada sel-sel struktural otak dan menyarankan bahwa ia memiliki potensi dalam membantu dengan kondisi peradangan otak (misalnya, penyakit Alzheimer) .

Para ilmuwan membuktikan bahwa gamma-mangostin menghambat aktivitas COX-2, sebuah enzim yang memainkan peran utama dalam perkembangan kondisi inflamasi.

Dalam studi lanjutan Manggis penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Jepang dari Tohoku University, para ilmuwan menyarankan bahwa gamma-mangostin akan menjadi senyawa lead baru yang berguna bagi pengembangan obat anti-inflamasi.

Penelitian Manggis dan Sistem Saraf Pusat
Dalam studi, para ilmuwan Jepang menemukan bahwa gamma-mangostin merupakan antagonis reseptor 5-HT2A dalam sistem saraf pusat, yang mengindikasikan potensinya dalam membantu dengan depresi dan kecemasan negara-negara lainnya.

Studi Infeksi Kulit
Manggis peneliti di Thailand tanaman obat mempelajari berbagai kemampuan mereka untuk menghambat pertumbuhan bakteri jerawat-merangsang, dan menemukan bahwa Manggis memiliki efek antimikroba terbesar.

Hasil penelitian mereka mengindikasikan bahwa Garcinia mangostana (manggis) memiliki efek penghambatan yang kuat terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, dan mencatat bahwa Manggis akan menjadi kemungkinan menarik sebagai pengobatan alternatif untuk jerawat.

Research Studies on Mangosteen

Mangosteen and its Xanthones have more unbiased, independent research and scientific studies than any other botanical in history, and are considered by some experts to be one of the most important discoveries in the health and wellness industry.

Modern science, anecdotal and clinical experience, and folk medicine now agree on the beneficial uses of Mangosteen.

Through many Mangosteen research studies, scientists proved that this amazing fruit is helpful in preventing and possibly stopping a wide range of diseases such as cancer, diabetes, heart disease, Alzheimer's disease, arhtritis and other chronic diseases.

Here's a sampling of the scientific studies on Mangosteen.

Research on Mangosteen and Cancer

Scientists in Taipei, Republic of China, suggested that the Mangosteen Xanthone derivative garcinone E has potential for use in treating certain types of cancer, after demonstrating that garcinone E has potent cytotoxic effects on liver, gastric and lung cancer cells.

Japanese scientists demonstrated that six Xanthones from the pericarps of Mangosteen all displayed growth inhibitory effects on human leukemia cell lines.

In a more recent study, the same group of Japanese scientists found that alpha-mangostin would be a good candidate for the prevention and treament of cancer.

In another study, Mangosteen researchers in Taiwan, Republic of China, found Xanthones as potential drugs for cancer after demonstrating them to be potent anti-tumor agents.

In Thailand, scientists also found that an extract from the pericarp or rind of the Mangosteen has potential for cancer chemo-prevention.

In Japan, scientists at the University of the Ryukyus in Okinawa found that alpha-mangostin, a major Xanthone derivative from the Mangosteen, has potent chemopreventive effects and suggested that longer exposure to alpha-mangostin might help suppress the development of tumors.

Microbes and Mangosteen Research

Sri Lankan scientists extracted Xanthones from the root bark, stem bark and latex or skin of Mangosteen and found that the latex of Mangosteen contains more than 75% of Xanthones that have strong antibacterial, anti-inflammatory, antifungal and other biological properties.

They concluded that these highly bioactive compounds are the reason for Garcinia Mangostana's (Mangosteen) medicinal value in indigenous medicine.

Japanese researchers found that alpha-mangostin from Mangosteen showed strong antibacterial activity against Staphylococcus aureus (Staph), the "superbug" with strains that have become resistant to many commonly-used antibiotics such as penicillin, flucloxacillin, oxacillin and even vancomycin. The scientists suggested that alpha-mangostin might find wide pharmaceutical use.

A more recent Mangosteen research study by Thai scientists on methicillin-resistant Staphylococcus aureus showed that Mangosteen was one of the most effective medicinal plant extracts against this bacterium.

Staphylococcus aureus can cause serious and life-threatening diseases such as meningitis, pneumonia and septicimia./p>

Mangosteen researchers in Thailand also studied the antimycobacterial activity of alpha-mangostin, beta-mangostin and garcinone B and found that they possess strong inhibitory effects against Mycobacterium tuberculosis.

Researchers in Singapore investigated the effects of Mangosteen's Xanthones on the HIV-1 virus and found that two Mangosteen Xanthones, mangostin and gamma-mangostin, demonstrated the ability to inhibit the activity of the HIV-1 protease that causes the virus to be incapable of infection.

Studies on Mangosteen and LDL

Australian scientists studied the antioxidant effects of the Xanthone, mangostin, and found that it protects the LDL from oxidative damage caused by free radicals. This helps prevent the formation of plaques that clog arteries and leads to heart disease.

The Mangosteen Fruit as Anti-Inflammatory

Japanese scientists at the Tohoku University found that gamma-mangostin, a Mangosteen Xanthone derivative, has potent anti-inflammatory effects on the brain's structural cells and suggested that it has the potential in helping with inflammatory conditions of the brain (for example, Alzheimer's disease).

The scientists proved that gamma-mangostin inhibited the activities of COX-2, an enzyme that plays a major role in the development of inflammatory conditions.

In a follow-up Mangosteen research study performed by the Japanese researchers from Tohoku University, the scientists suggested that gamma-mangostin would be a new useful lead compound for the development of anti-inflammatory drugs.

Research on Mangosteen and the Central Nervous System

In a study, Japanese scientists found that gamma-mangostin is a 5-HT2A receptor antagonist in the central nervous system, which indicates its potential in helping with depression and other anxiety states.

Studies on Skin Infections

Mangosteen researchers in Thailand studied various medicinal plants on their ability to inhibit the growth of acne-inducing bacteria, and found that Mangosteen had the greatest antimicrobial effect.

Their research's results indicated that Garcinia Mangostana (Mangosteen) possesses a strong inhibitory effect on Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis, and noted that Mangosteen would be an interesting possibility as an alternative treatment for acne.

Mangosteen / Garcinia mangostana L,

UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Common Names

English: mangosteen

Spanish: mangostán, mangostín

French: mangoustan

Indonesia, Malaysia: manggis

Philippines: manggustan, manggis

Cambodia: mongkhut

Laos: mangkhud

Thailand: mangkhut

Vietnam: cay mang cut

Origin and Distribution

Native to Southeast Asia. Cultivated throughout the tropics, but primarily in Thailand, Malaysia, the Philippines, Indonesia, Brazil, Honduras, Panama, and in the USA, in Hawaii.

Botanical Synonyms

Mangostana garcinia.

Description

Medium tree, to 30-60 feet (9-18 m) tall, with a straight trunk and a rounded, dense crown. The new bark is bright green and smooth, becoming dark brown and rough with age. All parts of the plant exude yellow latex when wounded. The thick leaves are opposite, elliptical and bright green, from 3-6 inches (8-15 cm) in length. The flowers are solitary or in pairs at the branch apex, 1-2 inches (2.5-5 cm) in diameter, with 4 pinkish white petals and 4 persistent sepals. The fruit is round, 2-3 inches (5-8 cm) in diameter, with a thick purple rind surrounding 4-8 fruit segments. The pulp is aromatic and has a delightful sweet sour taste. Usually only one enlarged segment has a viable seed, which is flattened and about 1/2 inch (1.3 cm) long.

Mangosteen (Garcinia mangostana) fruit.

Mangosteen (Garcinia mangostana) fruit.

Propagation and Culture

Mangosteen is usually propagated by seed. The seeds lose viability quickly, and must be planted fresh or stored in moist peat moss, sawdust or paper. Germination occurs at 2-3 weeks, and the seedlings are somewhat slow growers. They need from 50-75% shade for the first 3-4 years, then can be grown in full sun. They are sensitive to high levels of fertilizer, and should be fertilized with a dilute fertilizer solution or an organic fertilizer. Trees can be transplanted to the field after 1-2 years, when they are a foot (30 cm) or more in height. Mangosteen can be successfully grafted onto rootstocks of Garcinia venulosa, G. xanthochymus and G. hombroniana (mangosteen grafting).

Mangosteen grows best in a fertile, well drained soil with an acid pH and a high organic matter content. Rainfall or supplemental irrigation should be available throughout the year, although they tolerate brief periods of drought, and this stress may induce flowering. Mangosteen will grow from sea level to 5,000 feet (1,524 m), but suffers if temperatures drop to 40F (4C) or lower.

Trees should be fertilized every 3-4 months during the first 3 years of growth, and thereafter 1-2 times per year. Mulching is recommended to add nutrients and organic matter to the soil, conserve moisture and control weeds. With good care, trees can begin to produce fruits at 6-8 years from planting. Young trees produce about 100-200 fruits per year, while a mature tree can produce from 500-1,000 or more. In Puerto Rico, mangosteen fruits from July to December.

Mangosteen (Garcinia mangostana) flower.

Mangosteen (Garcinia mangostana) flower.

Cultivars and Related Species

Although Mangosteen is apomictic, with female plants producing clonal seeds without fertilization. Thus, there is little variation in mangosteen and almost no cultivars exist. However, the Malaysian Department of Agriculture has identified two clones, 'GA1' and 'GA2', whose fruits differ in shape, weight, external color, and number of seeds. It is hypothesized that mangosteen is a polyploid that arose from natural hybridization between Garcinia hombroniana y G. malaccensis.

There are over 100 Garcinia species, mostly from southeast Asia. Of these, approximately 30 have edible fruits, but the mangosteen is the most important and has the best quality fruit. Other importantGarcinia species include G. atroviridis (assam gelugur), G. hombroniana (seashore mangosteen), G. indica (kokam), G. parvifolia(assam aur aur), G. prainiana (cherapu) y G. xanthochymus (yellow mangosteen).

Uses

Mangosteen is primarily consumed fresh, but is also canned and used to make juices and jellies.

Nutritional composition per 100 g mangosteen fruit

Carbohydrate6-20 g
Fat 0.1-1 g
Protein 0.6 g
Calcium 7-11 mg
Phosphorous 4-17 mg
Potassium19 mg
Iron 0.2-1 mg
Vitamin A 14 IU
Vitamin B10.03 mg
Vitamin B2 0.03 mg
Niacin 0.3 mg
Vitamin C 4.2-66 mg

The fruit rind is ground and used in the treatment of diarrhea and dysentery, and for skin diseases. A tea made from the leaves and bark is used to lower fever and for urinary disorders.

The tree, with its glossy green leaves and symmetrical shape, is also a beautiful ornamental.

More information on mangosteen

Mangosteen: General Crop management

An excellent publication on commercial mangosteen production from Australia.

Mangosteen (Garcinia mangostana L.)

From the 1987 classic by Julia Morton, "Fruits of Warm Climates".

Annotated Bibliography of Mangosteen (Garcinia mangostana L.)

Summaries of scientific papers on mangosteen (genetics/breeding,

propagation/production, and post harvest/processing).