STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Karena terbukti kemajurannnya maka obat kuno atau pengobatan tradisional warisan nenek moyang makin diminati oleh masyarakat, baik masyarakat indonesia maupun masyarakat dibelahan lain bumi ini.
Obat Tradisional untuk penyembuhan beberapa penyakit ringan mudah didapatkan bahannya dan harganya cukup murah. inilah yang disukai oleh masyarakat terutama masyarakat pedesaan.
Lebih dari itu, obat tradisional sangat minim sekali effek sampingannya . berbeda jauh dengan obat modern yang diolah dari bahan -bahan kimia , obat kimia bereffek langsung pada bagian tubuh lainnya. namun anda jangan salah faham tidak semua bahan kimia itu buruk, dalam kadar tertentu kita masih membutuhkan pengobatan kimia untuk menyembuhkan penyakit dalam tempo relatif singkat.
memang kecepatan daya sembuh dari obat kimia itulah yang disukai masyarakat perkotaan yang sibuk. sedangkan obat tradisional daya sembuhnya ada yang agak lamban " biar lamabat asal selamat " anda harus meminumnya dengan sabar dan tekun baru terlihat hasilnya yang memuaskan
Disini akan saya tampilkan beberapa resep Mujarab untuk beberapa penyakit umum semoga bermanfaat :
---
Khusus Dewasa
Suami
Menguatkan penis / zakar ( untuk di oles )
Agar penis / zakar tidak lembek melainkan tegak kokoh kuat siap tempur . menambah kenikamatan dalam bersenggama . namun karena resep ini dari timur tengah hendaknya anda cari yang cocok dengan situasi kondisi anda dan istri anda. Tidak semua resep cocok bagi anda .
Resep 1
Sebelum senggama dilakukan maka usaplah penis anda empedu ayam kampung betina . maka istri anda tergila-gila pada anda , sebaiknya pengusapan tidak setahu sang istri atau usaplah dengan otak ayam jantan dicampur dengan madu.
Resep 2
Jika penis dalam keadaan lembek atau loyo maka sebelum dilakukan senggama basuhlah dengan air hangat sembari di urut-urut hingga merah dan tegang lalu usaplah dengan madu jahe dengan cara ini maka aliran darah pada urat yang ada di batang penis akan lancar dan penis akan membesar dengan sendirinya.
Resep 3
Jika penis anda kecil kurang kuat dan lembek
Carilah lintah masukkan dalam botol berisi minyak ( minyak wijen / minyak buatan sendiri dari kelapa) jangan dari pabrik, selanjutnya panaskan lintah dalam botol di terik matahari hingga lintahnya bercampur dengan minyak. Setelah itu lakukan pengurutan dengan menggunakan campuran tadi ke penis selama beberapa hari dari pangkal penis sampai ujung. Coba anda buktikan.
Resep 4
Untuk di minum
Agar badan tetap fit sehat bergairah dalam bekerja , menghilangkan sakit pinggan , tahan lama.
Bahan
* Kuning telur ayam kampung 2 butir
* Petai cina / lamtoro ( bijinya saja ) 3 batang
* Madu asli 1 sendok makan
* Merica 30 butir
Caranya :
Biji petai cina dijemur setelah kering digerus halus, merica juga dihaluskan lalu campurkan dengan kuning telur dan madu aduk hingga rata betul.
Pemakaian :
Diminum sekali habis tiap hari.
Isteri
Sari rapet ( untuk di minum )
Berguna untuk merapatkan vagina supaya suami bisa tambah lengket tanpa dipelet
Resep 1
Bahan
* Jeruk nipis /pecel 1 buah
* Jintan 5 gram
* Kunir/kunyit 15 gram
* Bunga delima 10 gram
Caranya :
jintan, kunyit dan bunga delima ditumbuk jadi satu lalu dituangi air 3/4; gelas . jeruk nipis diperas untuk diambil airnya . masukkan dalam ramuan tadi dan diaduk hingga rata.
Pemakaian :
diminum menjelang makan malam, lakukan dua hari sekali, jika anda kesulitan mencari bahan diatas gunakan ramuan tunggal yaitu dengan buah pinang. Ambil beberapa buah pinang lalu diiris-iris halus lalu dijemur setelah kering di tumbuk untuk dijadikan bubuk. Tiap minum ambil 1 sendok the diseduh dengan air 1 cangkir lakukan selama seminggu dan lihat hasilnya.
Resep 2
Sari Rapet ( untuk di basuh )
Bahan
* Daun sirih sebanyak 1 buah
* Gambir 3 buah
* Kulit pinang muda secukupnya
* Kapur sirih secukupnya
Caranya :
Kulit pinang atau jambe dicabut kecil-kecil, gambir ditumbuk lembut, kapur sirih diayak bersih. Semua bahan di rendam dengan 2 liter air mendidih. Biarkan selama beberapa jam supaya mengendap dan dingin.
Pemakaian :
Gunakan untuk membasuh vagina berkali-kali, minimal tiga kali sehari pagi siang dan sore atau malam hari.
Berguna juga untuk menghilangkan keputihan dan bau yang tidak sedap pada vagina.
---
Penyakit Umum
Sakit kepala
kepala sakit atau pusing bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain : kelemahan tubuh, terlalu capek, kepenatan, keracunan makanan, sakit ginjal dan sakit maag.
Beberapa resep untuk mengatasi hal di atas :
Resep 1
Bahan
* Ketumbar 20 butir
* Madu 1 sendok makan
Caranya :
Ketumbar dicuci bersih lalu digiling halus, seduh dengan air panas 1 cangkir dan tambahkan madu . setelah suam suam kuku di minum sekali habis. Lakukan dua kali sehari.
Resep 2
Bahan
* Kacang hijau 1 cangkir
Caranya :
Kacang hijau 1 cangkir dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih biarkan selama 15 menit suam-suam kuku airnya dimunum dan kacangnya dimakan 2 kali sehari.
Resep 3
Ambilah kangkung secukupnya ( 2 genggam ) dicuci lau ditumbuk dan diberi air.masak kemudian diperas dan disaring. Minumlah air perasan tersebut disaat terserang sakit atau bisa juga dimakan sebagai lalapan bersama nasi setelah diasapkan beberapa saat terlebih dahulu.
Resep 4
Ambil 10 lembar daun sosor bebek. Dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan sedikit air garam.gunakan untuk menggosok dahi dan pelipis 1-2 kali sebanyak yang diperlukan.
Sakit Gigi
Bila anda sakit gigi, terutama yang berlubang sakitnya bukan kepalang. Cobalah resep tradisional dibawah ini.
Bahan
* Daun Pare 5 lembar
* Sedikit garam
Caranya :
Daun Pare dikucek atau remas-remas dengan diberi sedikit garam dan air suam-suam kuku, peras airnya dan ambil airnya.
Pemakaian :
Gunakan untuk berkumur, lakukan 3 (tiga) akli sehari. Insya Allah anda akan sembuh.
Sakit Diare
Adakalanya seorang anggota keluraga yang tiba -tiba terserang diare (mencret) sepanjang hari. Untuk mengatasinya Gunakan resep dibawah ini.
Bahan
* Jantung Pisang kepok
* Bumbu urap
Caranya :
Pisang dibakar dalam bara api sampai dalamnya masak, setelah itu kita ambil yang tidak hangus, diberi bumbu urap memakai kelapa muda dan makankan pada sisakit. Dalam waktu singkat sisakit akan sembuh.
Sakit Diabetes ( Kencing manis)
Bahan
* Empedu Ayam 2 buah
Caranya :
Empedu dicuci dengan air hangat-hangat kuku hingga bersih. Tentu saja mencucinya harus hatai-hati jangan sampai pecah. Setelah itu telan sebanyak 2 buah. Hasilnya akan terasa Cobalah.
Sakit Batuk
Bila anda sakit gigi, terutama yang berlubang sakitnya bukan kepalang. Cobalah resep tradisional dibawah ini.
Bahan
* Daun Sirih segenggam
* Adas Pulosari satu jari
* Kayu Manis satu jari
* Bawang merah 3 biji
* Kemukus 5 buah
* Air 3 gelas
Caranya :
Semua ramuan dimasak, hingga air rebusan jadi tinggal segelas. Bubuhi setengah gelas madu dan aduk yang rata hingga merupakan sirup.
Pemakaian :
Minum 3 atau 4 kali sehari dan sisanya dapat disimpan untuk lain waktu.
Jaringan Toko Online Bin Muhsin Group
Monday, November 10, 2008
PENGGUNAAN TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera), PINANG (Areca) DAN AREN (Arenga pinnata) SEBAGAI TANA catechuMAN OBAT
STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
sumber:
http://balittro.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=76&Itemid=38
===
Kelapa (Cocos nucifera), pinang (Areca catchecu) dan aren (Arenga pinnata) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Palmae telah digunakan dalam pengobat-an tradisional secara turun-temu-run. Kelapa digunakan sebagai tanaman obat bahkan telah terbukti mengandung vitamin, lemak, asam amino, trigliserida yang sangat dibutuhkan tubuh. Sedangkan pinang digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacing (kremi, gelang, pita, tambang) (bijinya), menceret, di-sentri, gigi goyah (biji dan kulit biji). Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjur-kan untuk pemakaian dalam jumlah besar. Akar aren diguna-kan untuk mengatasi masalah batu ginjal.
Pada saat ini pemakaian obat tradisional berkembang de-ngan baik sebagai salah satu alternatif untuk menanggulangi ma-salah kesehatan seiring dengan ke-cenderungan masyarakat dunia untuk kembali ke alam (back to nature). Sesuai dengan permintaan masya-rakat yang meningkat, produk jamu dituntut tidak hanya berdasarkan pengalaman atau empirik saja tetapi diperlukan alasan-alasan rasional melalui referensi ilmiah sebagai produk yang alami. Informasi tentang “indogeneous knowledge” mengenai penggunaan tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional sangat penting, khusus-nya pemanfaatan dari jenis-jenis tanaman yang berbeda dan telah di- pakai secara turun temurun serta sudah menjadi tradisi khas di setiap daerah dan suku di Indonesia. Mes-kipun hanya didasarkan pengalaman yang kemudian dipraktekkan secara turun temurun, sejarah telah mem-buktikan bahwa pengobatan tradi-sional telah berperan dalam me-melihara kesehatan masyarakat, jauh sebelum manusia mengenal cara pengobatan modern dan rasional. Kelebihan dari pengobatan dengan menggunakan ramuan tumbuhan secara tradisional tersebut ialah rendahnya efek samping yang di-timbulkan seperti yang sering terjadi pada pengobatan kimiawi. Namun yang menjadi masalah dan kesulitan ialah kurangnya pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai berbagai jenis tumbuhan yang dapat dipakai sebagai ramuan obat-obatan, dan cara pembuatannya.
Tumbuh-tumbuhan yang mem-berikan manfaat, banyak ditanam di kebun atau di halaman sekeliling rumah, sehingga selalu tersedia apa-bila sewaktu-waktu diperlukan. Ke-lapa, pinang dan aren merupakan tanaman yang telah dibudidayakan dan dapat ditemukan di pekarangan rumah ataupun di kebun-kebun penduduk.
Tulisan ini menguraikan peranan tanaman kelapa, pinang dan aren dalam ramuan pengobatan tradisional masyarakat Indonesia.
Pemanfaatan Tanaman
1. Kelapa (Cocos nucifera)
Kelapa hijau dipercaya berkhasiat sebagai heamostatik, antipiretik dan diuretik dan laksatif, dan dapat mengatasi penyakit bronchitis, de-mam, disentri, hepatitis, (akar) men-cret, sakit perut, (arang tempurung); batuk darah, batu ginjal, cacing kre-mi, keracunan ikan, muntah darah dan pencahar (daging buah), men-cret, sakit perut dan bengkak (buah muda) dan nyeri pinggang, penawar racun, peradangan usus (air kelapa) dan perawatan rambut dan bahan pembawa ramuan luka bakar (minyak kelapa)
Masyarakat Dayak Kendayan di Kalimantan Barat menggunakan kelapa sebagai obat kena racun makanan, frambusia, TBC (santan dan air buahnya), mencret, disentri, cholera, lemah syawat (akarnya), borok, demam nifas (bunganya), gigi rusak/berlubang, kencing nanah (minyak tempurungnya), wasir, adanya pengapuran pada air seni (daging buahnya).
Pengetahuan tradisional ini perlu dibuktikan dengan hasil analisa empirik dan saat ini telah diketahui dengan hasil analisa kandungan nutrisi dari kelapa yang banyak me-ngandung gizi esensial. Daging buah kelapa muda misalnya, kaya akan kalori terutama dari karbohidrat. Protein kelapa, dibandingkan dengan kacang-kacangan, lebih baik dalam hal asam amino isoleusin, leusin, lisin, threonin dan valin. Adapun analisa nilai nutrisi daging buah kelapa umur 8 bulan adalah kadar air 90,59%, kalori 437 kkal/100 g, minyak 26,67%, protein 10,67%, serat kasar 3,98%, total karbohidrat 38,45%, pati 13,53%, gula sebagai glukosa 24,92%.
Sementara komposisi asam amino daging buah kelapa adalah isoleusin 2,5 g/16 g N, leusin 4,9 g/16 g N, lisin 2,7 g/16 g N, metionin 1,5 g/16 g N, threosin 2,3 g/16 g N, tripthopan 0,6 g/16 g N dan valin 3,8 g/16 g. Mineral utama yang terdapat pada daging buah kelapa adalah Fe (17 ppm), S (4,4 ppm), Cu (3,2), P (2.4 ppm). Kan-dungan vitamin pada buah meliputi vitamin C (10 ppm), vitamin B (15 IU), dan vitamin E (2 ppm).
Minyak kelapa sangat mudah dicerna dan diabsorbsi tubuh karena mengandung trigliserida yang ter-susun dari lemak rantai sedang (C6-C12). Komposisi asam lemak dalam minyak kelapa adalah C8 5-%, C10 6 - 10% dan C12 44 - 45% (total 55-65% asam lemak rantai sedang). Tri-gliserida asam lemak rantai sedang dapat digunakan untuk mengatasi hiper lipidemia dan kegemukan serta dapat digunakan dalam ransum untuk pasien pasca bedah dan bayi premature.
Daging buah kelapa juga mengandung 0,2 mg vitamin E (se-bagai tokoferol), namun proses pro-duksi minyak secara konvensional yang biasanya mengaplikasikan panas dan tekanan, mengurangi kandungan tokoferol dalam hasil akhir. Kandungan vitamin E opti-mum dapat diperoleh melalui per-baikan proses, yaitu dengan proses sentrifugasi santan dan produk yang dihasilkan dikenal dengan nama virgin oil. Virgin oil mempunyai aroma kelapa segar. Saat ini Virgin oil yang lebih dikenal dengan VCO (Virgin Coconut Oil) diyakini man-faatnya untuk mengatasi penyakit kanker bahkan dianggap lebih ampuh dibandingkan dengan buah merah (Pandanus conoideus).
Air kelapa muda (7 - 8 bulan) mengandung protein 0,13 g, minyak 0,12 g, karbohidrat 4,11 g, mineral Ca 20 mg, Fe 0,5 mg, vitamin asam askorbat 2,2 - 3,7 mg dan air 95,01/ 100 g.
2. Pinang (Areca catechu)
Air rebusan dari biji pinang digunakan untuk mengatasi penya-kit seperti haid dengan darah ber-lebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan disentri oleh masyarakat desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu diguna-kan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memeperkecil pupil mata. Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat.
Sementara bagi masyarakat Pa-pua umumnya, pinang muda diguna-kan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Selain se-bagai obat penguat gigi, masyarakat pesisir pantai desa Assai dan Yoon-noni, yang didiami oleh suku Men-yah, Arfak, Biak dan Serui (Papua), biji pinang muda digunakan sebagai obat untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan oleh kaum wanita dengan cara memasak buah pinang muda tersebut dan airnya diminum selama satu minggu.
Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). Selain itu umbut dapat juga dimakan sebagai lalab atau acar.
Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan, dan sakit pinggang. Selain sebagai obat, pelepah daun diguna-kan untuk pembungkus makanan dan bahan campuran untuk topi.
Sabut pinang rasanya hangat dan pahit, digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.
Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3 - 0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasi-ne. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid di-bandingkan biji yang telah meng-alami perlakuan. Arekolin selain berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang, sehingga bersifat memabokkan bagi penggunanya.
3. Aren (Arenga pinnata)
Bagian dari tanaman aren yang digunakan sebagai bahan obat adalah akar dan nira. Akar digunakan untuk mengatasi penyakit batu ginjal dan ruam kulit, sedangkan tuak diguna-kan untuk mengatasi sariawan dan sembelit. Dalam mengatasi penyakit batu ginjal, akar aren digunakan bersama-sama dengan akar alang-alang, daun keji beling, herba menir-an dan air. Penggunaannya dilaku-kan selama 14 hari atau sampai batu ginjal keluar yang dapat berupa batu, pasir atau butiran. Air aren di-fermentasikan menjadi cuka yang digunakan untuk bahan pengawet (mematikan mikroba) pada ikan dan makanan lain selain juga memberi cita rasa pada makanan.
Nira dapat juga dibuat sebagai minuman segar, soft drink, gula semut, gula merah dan permen. Untuk pembuatan gula, pH nira dari 8 - 9 diturunkan menjadi netral (7). Untuk bahan baku gula, nira disadap di pagi hari selanjutnya nira disaring, dimasak dengan wadah terbuka, setelah mendidih diberikan sedkitit TSP (Triple Super Phosfate) untuk menurunkan pH. Setelah pH netral, cairan disaring kembali, kemudian dipindahkan ke wadaha yang lebih besar. Cairan dimasak sampai kental, dengan api kecil dan sering diaduk. Blaia mencapai kekentalan tertentu, dipindahkan ke wadah plastik dan disimpan pada kamar pendingin sampai mengkristal. Gula kristal dimasukkan ke wadah sentrifuge untuk pemecahan menjadi butiran sehingga terbentuk gula semut.
Pembuatan gula merah dilakukan dengan proses yang sama, hanya pada tahap akhir pada saat cairan mengental, dituangkan ke dalam ce-takan. Pembuatan permen dilakukan degna pemanambahan sirup gula yang hampir mengkristal dengan menambah ekstrak (lemon, mocca, susu, strawberry, dan lain-lain) Sirup tersebut disimpan dalam periuk tanah selama tiga bulan sambil sewaktu-waktu diaduk. Bila kristal telah terbentuk maka dikeluarkan sedikit demi sedikit lalu dibentuk kemudian dikemas sesuai ukuran yang dikehendaki.
Proses pembuatan tuak/arak secara tradisional adalah nira yang difermentasikan, dimasak, uapnaya dialirkan memalui selang plastik yang bagian luarnya diberi pen-dingin. Kandungan alkohol dalam arak ini sekitar 8%. Arak yang dibiarkan beberapa minggu kemudi-an dapat berubah menjadi cuka.
Dalam 100 ml nira segar mengandung total padatan sekitar 15,20 - 19,70 g, sukrosa 12,30 - 17,40 g, abu 0,11 - 0,41 g, protein 0,23 - 0, 32 dan asam ascorbik 16 - 30 g. Kelapa, aren dan pinang yang merupakan kelompok tanaman dari famili Palmae dapat dimasukkan dalam kelompok tanaman obat karena bermanfaat dalam penyem-buhan penyakit. Seluruh bagian tanaman dapat digunakan sebagai bahan baku obat, yakni mulai dari bunga, buah, santan, air buah dan akar. Pada pinang bagian yang bermanfaat adalah biji, umbut, dan dan sabut. Sedangkan pada aren bagian tanaman yang digunakan adalah akar dan nira.
(Sumber : Natalini Nova Kristina dan Siti Fatimah Syahid, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007)
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 15 February 2008 )
===
sumber:
http://balittro.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=76&Itemid=38
===
Kelapa (Cocos nucifera), pinang (Areca catchecu) dan aren (Arenga pinnata) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Palmae telah digunakan dalam pengobat-an tradisional secara turun-temu-run. Kelapa digunakan sebagai tanaman obat bahkan telah terbukti mengandung vitamin, lemak, asam amino, trigliserida yang sangat dibutuhkan tubuh. Sedangkan pinang digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacing (kremi, gelang, pita, tambang) (bijinya), menceret, di-sentri, gigi goyah (biji dan kulit biji). Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjur-kan untuk pemakaian dalam jumlah besar. Akar aren diguna-kan untuk mengatasi masalah batu ginjal.
Pada saat ini pemakaian obat tradisional berkembang de-ngan baik sebagai salah satu alternatif untuk menanggulangi ma-salah kesehatan seiring dengan ke-cenderungan masyarakat dunia untuk kembali ke alam (back to nature). Sesuai dengan permintaan masya-rakat yang meningkat, produk jamu dituntut tidak hanya berdasarkan pengalaman atau empirik saja tetapi diperlukan alasan-alasan rasional melalui referensi ilmiah sebagai produk yang alami. Informasi tentang “indogeneous knowledge” mengenai penggunaan tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional sangat penting, khusus-nya pemanfaatan dari jenis-jenis tanaman yang berbeda dan telah di- pakai secara turun temurun serta sudah menjadi tradisi khas di setiap daerah dan suku di Indonesia. Mes-kipun hanya didasarkan pengalaman yang kemudian dipraktekkan secara turun temurun, sejarah telah mem-buktikan bahwa pengobatan tradi-sional telah berperan dalam me-melihara kesehatan masyarakat, jauh sebelum manusia mengenal cara pengobatan modern dan rasional. Kelebihan dari pengobatan dengan menggunakan ramuan tumbuhan secara tradisional tersebut ialah rendahnya efek samping yang di-timbulkan seperti yang sering terjadi pada pengobatan kimiawi. Namun yang menjadi masalah dan kesulitan ialah kurangnya pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai berbagai jenis tumbuhan yang dapat dipakai sebagai ramuan obat-obatan, dan cara pembuatannya.
Tumbuh-tumbuhan yang mem-berikan manfaat, banyak ditanam di kebun atau di halaman sekeliling rumah, sehingga selalu tersedia apa-bila sewaktu-waktu diperlukan. Ke-lapa, pinang dan aren merupakan tanaman yang telah dibudidayakan dan dapat ditemukan di pekarangan rumah ataupun di kebun-kebun penduduk.
Tulisan ini menguraikan peranan tanaman kelapa, pinang dan aren dalam ramuan pengobatan tradisional masyarakat Indonesia.
Pemanfaatan Tanaman
1. Kelapa (Cocos nucifera)
Kelapa hijau dipercaya berkhasiat sebagai heamostatik, antipiretik dan diuretik dan laksatif, dan dapat mengatasi penyakit bronchitis, de-mam, disentri, hepatitis, (akar) men-cret, sakit perut, (arang tempurung); batuk darah, batu ginjal, cacing kre-mi, keracunan ikan, muntah darah dan pencahar (daging buah), men-cret, sakit perut dan bengkak (buah muda) dan nyeri pinggang, penawar racun, peradangan usus (air kelapa) dan perawatan rambut dan bahan pembawa ramuan luka bakar (minyak kelapa)
Masyarakat Dayak Kendayan di Kalimantan Barat menggunakan kelapa sebagai obat kena racun makanan, frambusia, TBC (santan dan air buahnya), mencret, disentri, cholera, lemah syawat (akarnya), borok, demam nifas (bunganya), gigi rusak/berlubang, kencing nanah (minyak tempurungnya), wasir, adanya pengapuran pada air seni (daging buahnya).
Pengetahuan tradisional ini perlu dibuktikan dengan hasil analisa empirik dan saat ini telah diketahui dengan hasil analisa kandungan nutrisi dari kelapa yang banyak me-ngandung gizi esensial. Daging buah kelapa muda misalnya, kaya akan kalori terutama dari karbohidrat. Protein kelapa, dibandingkan dengan kacang-kacangan, lebih baik dalam hal asam amino isoleusin, leusin, lisin, threonin dan valin. Adapun analisa nilai nutrisi daging buah kelapa umur 8 bulan adalah kadar air 90,59%, kalori 437 kkal/100 g, minyak 26,67%, protein 10,67%, serat kasar 3,98%, total karbohidrat 38,45%, pati 13,53%, gula sebagai glukosa 24,92%.
Sementara komposisi asam amino daging buah kelapa adalah isoleusin 2,5 g/16 g N, leusin 4,9 g/16 g N, lisin 2,7 g/16 g N, metionin 1,5 g/16 g N, threosin 2,3 g/16 g N, tripthopan 0,6 g/16 g N dan valin 3,8 g/16 g. Mineral utama yang terdapat pada daging buah kelapa adalah Fe (17 ppm), S (4,4 ppm), Cu (3,2), P (2.4 ppm). Kan-dungan vitamin pada buah meliputi vitamin C (10 ppm), vitamin B (15 IU), dan vitamin E (2 ppm).
Minyak kelapa sangat mudah dicerna dan diabsorbsi tubuh karena mengandung trigliserida yang ter-susun dari lemak rantai sedang (C6-C12). Komposisi asam lemak dalam minyak kelapa adalah C8 5-%, C10 6 - 10% dan C12 44 - 45% (total 55-65% asam lemak rantai sedang). Tri-gliserida asam lemak rantai sedang dapat digunakan untuk mengatasi hiper lipidemia dan kegemukan serta dapat digunakan dalam ransum untuk pasien pasca bedah dan bayi premature.
Daging buah kelapa juga mengandung 0,2 mg vitamin E (se-bagai tokoferol), namun proses pro-duksi minyak secara konvensional yang biasanya mengaplikasikan panas dan tekanan, mengurangi kandungan tokoferol dalam hasil akhir. Kandungan vitamin E opti-mum dapat diperoleh melalui per-baikan proses, yaitu dengan proses sentrifugasi santan dan produk yang dihasilkan dikenal dengan nama virgin oil. Virgin oil mempunyai aroma kelapa segar. Saat ini Virgin oil yang lebih dikenal dengan VCO (Virgin Coconut Oil) diyakini man-faatnya untuk mengatasi penyakit kanker bahkan dianggap lebih ampuh dibandingkan dengan buah merah (Pandanus conoideus).
Air kelapa muda (7 - 8 bulan) mengandung protein 0,13 g, minyak 0,12 g, karbohidrat 4,11 g, mineral Ca 20 mg, Fe 0,5 mg, vitamin asam askorbat 2,2 - 3,7 mg dan air 95,01/ 100 g.
2. Pinang (Areca catechu)
Air rebusan dari biji pinang digunakan untuk mengatasi penya-kit seperti haid dengan darah ber-lebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan disentri oleh masyarakat desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu diguna-kan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memeperkecil pupil mata. Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat.
Sementara bagi masyarakat Pa-pua umumnya, pinang muda diguna-kan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Selain se-bagai obat penguat gigi, masyarakat pesisir pantai desa Assai dan Yoon-noni, yang didiami oleh suku Men-yah, Arfak, Biak dan Serui (Papua), biji pinang muda digunakan sebagai obat untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan oleh kaum wanita dengan cara memasak buah pinang muda tersebut dan airnya diminum selama satu minggu.
Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). Selain itu umbut dapat juga dimakan sebagai lalab atau acar.
Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan, dan sakit pinggang. Selain sebagai obat, pelepah daun diguna-kan untuk pembungkus makanan dan bahan campuran untuk topi.
Sabut pinang rasanya hangat dan pahit, digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.
Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3 - 0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasi-ne. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid di-bandingkan biji yang telah meng-alami perlakuan. Arekolin selain berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang, sehingga bersifat memabokkan bagi penggunanya.
3. Aren (Arenga pinnata)
Bagian dari tanaman aren yang digunakan sebagai bahan obat adalah akar dan nira. Akar digunakan untuk mengatasi penyakit batu ginjal dan ruam kulit, sedangkan tuak diguna-kan untuk mengatasi sariawan dan sembelit. Dalam mengatasi penyakit batu ginjal, akar aren digunakan bersama-sama dengan akar alang-alang, daun keji beling, herba menir-an dan air. Penggunaannya dilaku-kan selama 14 hari atau sampai batu ginjal keluar yang dapat berupa batu, pasir atau butiran. Air aren di-fermentasikan menjadi cuka yang digunakan untuk bahan pengawet (mematikan mikroba) pada ikan dan makanan lain selain juga memberi cita rasa pada makanan.
Nira dapat juga dibuat sebagai minuman segar, soft drink, gula semut, gula merah dan permen. Untuk pembuatan gula, pH nira dari 8 - 9 diturunkan menjadi netral (7). Untuk bahan baku gula, nira disadap di pagi hari selanjutnya nira disaring, dimasak dengan wadah terbuka, setelah mendidih diberikan sedkitit TSP (Triple Super Phosfate) untuk menurunkan pH. Setelah pH netral, cairan disaring kembali, kemudian dipindahkan ke wadaha yang lebih besar. Cairan dimasak sampai kental, dengan api kecil dan sering diaduk. Blaia mencapai kekentalan tertentu, dipindahkan ke wadah plastik dan disimpan pada kamar pendingin sampai mengkristal. Gula kristal dimasukkan ke wadah sentrifuge untuk pemecahan menjadi butiran sehingga terbentuk gula semut.
Pembuatan gula merah dilakukan dengan proses yang sama, hanya pada tahap akhir pada saat cairan mengental, dituangkan ke dalam ce-takan. Pembuatan permen dilakukan degna pemanambahan sirup gula yang hampir mengkristal dengan menambah ekstrak (lemon, mocca, susu, strawberry, dan lain-lain) Sirup tersebut disimpan dalam periuk tanah selama tiga bulan sambil sewaktu-waktu diaduk. Bila kristal telah terbentuk maka dikeluarkan sedikit demi sedikit lalu dibentuk kemudian dikemas sesuai ukuran yang dikehendaki.
Proses pembuatan tuak/arak secara tradisional adalah nira yang difermentasikan, dimasak, uapnaya dialirkan memalui selang plastik yang bagian luarnya diberi pen-dingin. Kandungan alkohol dalam arak ini sekitar 8%. Arak yang dibiarkan beberapa minggu kemudi-an dapat berubah menjadi cuka.
Dalam 100 ml nira segar mengandung total padatan sekitar 15,20 - 19,70 g, sukrosa 12,30 - 17,40 g, abu 0,11 - 0,41 g, protein 0,23 - 0, 32 dan asam ascorbik 16 - 30 g. Kelapa, aren dan pinang yang merupakan kelompok tanaman dari famili Palmae dapat dimasukkan dalam kelompok tanaman obat karena bermanfaat dalam penyem-buhan penyakit. Seluruh bagian tanaman dapat digunakan sebagai bahan baku obat, yakni mulai dari bunga, buah, santan, air buah dan akar. Pada pinang bagian yang bermanfaat adalah biji, umbut, dan dan sabut. Sedangkan pada aren bagian tanaman yang digunakan adalah akar dan nira.
(Sumber : Natalini Nova Kristina dan Siti Fatimah Syahid, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007)
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 15 February 2008 )
8 Tip Mencegah Keputihan
STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Banyak wanita mengeluhakan keputihan. Sangat tidak nyaman. Gatal, berbau, bahkan terkadang perih. Usut punya usut, ternyata itu berkait dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim.
Umumnya wanita sangat peduli dengan kebersihan, terutama yang berhubungan dengan penampilan. Setiap hari tidak lupa mandi dan selalu telaten menyingkirkan sisa-sisa make up dari wajah. Tapi, bila ditanya apakah setelaten itu pula kaum Hawa menjaga kebersihan organ kewanitaannya? Harus kita akui tidak semua wanita melakukannya. Contoh, entah berapa banyak wanita yang tidak mengeringkan bagian organ intimnya seusai buang air kecil. Usai dibasuh langsung mengenakan celana dalam. Alhasil celana ikut basah, akibatnya vagina “terperangkap” dalam suasana lembab.
Organ intim wanita, seperti vagina sangat sensitif dengan kondisi lingkungan. Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vagina memerlukan suasana kering. Kondisi lembab akan mengundang berkembanbiaknya jamur dan bakteri pathogen. Inilah salah satu penyebab keputihan.
Bila ingin terhindar dari keputihan, Anda mesti menjaga kebersihan daerah sensitif itu. Kebersihan organ kewanitaan hendaknya sejak bangun tidur dan mandi pagi. Bagaimana caranya?
Berikut Tip yang dapat dilakukan:
1. Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi kesehatan vagina dalam jangka panjang.
2. Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri bersarang di tempat itu.
3. Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.
4. Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga manakala perlu menggantinya.
5. Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun. Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar organ intim panas dan lembab.
6. Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
7. Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut
8. Gunakan panty liner disaat perlu saja. Jangan terlalu lama. Misalkan saat bepergian ke luar rumah dan lepaskan sekembalinya Anda dirumah.
===
===
Banyak wanita mengeluhakan keputihan. Sangat tidak nyaman. Gatal, berbau, bahkan terkadang perih. Usut punya usut, ternyata itu berkait dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim.
Umumnya wanita sangat peduli dengan kebersihan, terutama yang berhubungan dengan penampilan. Setiap hari tidak lupa mandi dan selalu telaten menyingkirkan sisa-sisa make up dari wajah. Tapi, bila ditanya apakah setelaten itu pula kaum Hawa menjaga kebersihan organ kewanitaannya? Harus kita akui tidak semua wanita melakukannya. Contoh, entah berapa banyak wanita yang tidak mengeringkan bagian organ intimnya seusai buang air kecil. Usai dibasuh langsung mengenakan celana dalam. Alhasil celana ikut basah, akibatnya vagina “terperangkap” dalam suasana lembab.
Organ intim wanita, seperti vagina sangat sensitif dengan kondisi lingkungan. Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vagina memerlukan suasana kering. Kondisi lembab akan mengundang berkembanbiaknya jamur dan bakteri pathogen. Inilah salah satu penyebab keputihan.
Bila ingin terhindar dari keputihan, Anda mesti menjaga kebersihan daerah sensitif itu. Kebersihan organ kewanitaan hendaknya sejak bangun tidur dan mandi pagi. Bagaimana caranya?
Berikut Tip yang dapat dilakukan:
1. Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi kesehatan vagina dalam jangka panjang.
2. Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri bersarang di tempat itu.
3. Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.
4. Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga manakala perlu menggantinya.
5. Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun. Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar organ intim panas dan lembab.
6. Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
7. Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut
8. Gunakan panty liner disaat perlu saja. Jangan terlalu lama. Misalkan saat bepergian ke luar rumah dan lepaskan sekembalinya Anda dirumah.
KEPUTIHAN SI PUTIH YANG MENJENGKELKAN

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Tak kenal maka tak sayang, demikian ungkapan dari nenek moyang kita bila menjumpai sesuatu yang baru dalam kehidupannya sehari hari. Ternyata ungkapan ini cocok juga diberlakukan untuk penyakit, cuma kata katanya kita ubah sedikit menjadi tak kenal maka tak diobati.
Salah satu penyakit yang perlu dikenal oleh kaum wanita adalah keputihan. Perkenalan ini tentu bukan untuk disayangi dan dipelihara tetapi untuk diobati, walaupun tidak semua keputihan memerlukan pengobatan. Maka dari itu, pertama tama harus dibedakan dahulu, mana keputihan yang normal terjadi pada setiap wanita dan mana yang tidak.
Keputihan atau dalam bahasa kedokteran disebut leukore atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit.
Pada kesempatan kali ini, penulis mencoba memberikan pemaparan tentang keputihan berdasarkan atas gejala keputihan yang timbul. Gejala tersebut bisa diamati dari sifat sifat cairan yang keluar saat keputihan berlangsung. Sumber cairan sendiri bisa berasal dari vagina, cairan leher rahim, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.
Bila cairan yang keluar jernih, berlendir banyak namun tidak berbau maka hal ini merupakan sesuatu yang normal terjadi saat seorang wanita menjelang menstruasi, kelebihan hormon estrogen dan stress. Keputihan seperti ini juga sering dijumpai pada wanita hamil.
Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).
Cairan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab, maka kemungkinan wanita tersebut menderita vaginitis, servisitis, gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi. Warna coklat timbul akibat perdarahan yang terjadi akibat kelainan tersebut.
Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.
Jika cairan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang wanita kelebihan hormon estrogen.
Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.
Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.
Terakhir, bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.
Nah, bila kelak menemukan gejala keputihan seperti diatas, segeralah berkonsultasi ke dokter kesayangan anda, sebab pengobatan yang tepat dan cepat harus dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Komplikasi yang sering adalah bila kuman telah naik ke panggul sehingga terjadi penyakit yang dikenal dengan penyakit radang panggul. Komplikasi jangka panjang lebih mengerikan lagi yaitu kemungkinan wanita tersebut akan mandul akibat rusak dan lengketnya organ organ dalam kemaluan terutama tuba fallopii.
Belum ada komentar yang spesial.
Tag : flour albus, keputihan, leukore, penyakit, wanita
Baca Juga :
* Tanda Tanda Kehamilan
* Menentukan Masa Subur
* Kista Ovarium
* Tanda Dan Gejala Menopause
* 6 Alasan Orang Minum Air
KEPUTIHAN
STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan
===
Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal didalam vagina dan disekitar bibir kemaluan bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
---
GEJALA KEPUTIHAN
* Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
* Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
* Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
* Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
---
PENYEBAB
Dengan memperhatikan cairan yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab keputihan.
* Infeksi Gonore, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
* Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.
* Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
---
===
SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan
===
Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal didalam vagina dan disekitar bibir kemaluan bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
---
GEJALA KEPUTIHAN
* Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
* Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
* Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
* Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
---
PENYEBAB
Dengan memperhatikan cairan yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab keputihan.
* Infeksi Gonore, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
* Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.
* Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
---
kapulaga
STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
KAPULAGA
Nama latin: Amamum campactum soland
Nama daerah: Kapulogo; Kapol; Kapolaga
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 m. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.
Habitat: tumbuh di bukit-bukit dengan ketinggian 200-1000 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Buah
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Minyak lemak; Zat pati; Gula; Protein
Khasiat: Ekspektoran; Karminatif
Nama simplesia: Amomi Fructus
Resep tradisional:
Napas/mulut bau:
Buah kapulaga 10 butir; Daun pegagan 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari; pagi hari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari.
Perut kembung:
Buah kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar)7 butir; Biji jati belanda (disangrai dan tumbuk kasar)10 butir; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum seperti minum teh; sehari 100 ml.
Radang tenggorokan:
Buah kapulaga (tumbuk kasar)10 butir; Rimpang kunyit (tumbuk kasar)6 g; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 7 hari.
===
===
KAPULAGA
Nama latin: Amamum campactum soland
Nama daerah: Kapulogo; Kapol; Kapolaga
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 m. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.
Habitat: tumbuh di bukit-bukit dengan ketinggian 200-1000 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Buah
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Minyak lemak; Zat pati; Gula; Protein
Khasiat: Ekspektoran; Karminatif
Nama simplesia: Amomi Fructus
Resep tradisional:
Napas/mulut bau:
Buah kapulaga 10 butir; Daun pegagan 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari; pagi hari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari.
Perut kembung:
Buah kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar)7 butir; Biji jati belanda (disangrai dan tumbuk kasar)10 butir; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum seperti minum teh; sehari 100 ml.
Radang tenggorokan:
Buah kapulaga (tumbuk kasar)10 butir; Rimpang kunyit (tumbuk kasar)6 g; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 7 hari.
Kapulaga
STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
===
Kapulaga
(Amomum compactum Soland ex Maton,)
Sinonim :
Arnornun cardamornum Willd. Arnomlnn capulaga Spangue & Burk.
Familia :
Zingiberaceae.
Uraian :
Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol di pangkal batang, mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.
Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA: Amomi Fructus; Buah Kapulaga.
---
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Pahit, menghangatkan, dan membersihkan darah. Khasiat Ekspektoran dan karminatif. PENELITIAN Datten Bangun, Semin Tarigan, Nazaruddin Umar, dkk. Bagian Farmakologi, FK USU dan Jurusan Farrnasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian infus rimpang Kapulaga terhadap efek analgesik pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut ternyata infus 10% dengan takaran 10 ml/kg bb, telah menunjukkan efek analgesik. Semakin besar takarannya, semakin besar perpanjangan waktu reaksi (PWR).
Pemanfaatan :
Bagian yang Digunakan
Buah.
Kegunaan
Buah:
1. Aroma jamu.
2. Napas/mulut bau.
3. Perut kembung.
4. Radang tenggorokan.
5. Suara parau.
RAMUAN DAN TAKARAN
Napas/Mulut Bau
Ramuan:
Buah Kapulaga 10 butir
Daun Pegagan 1 genggam
Air secukupnya
Cara pernbuatan:
Dipipis.
Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur, dan gosok gigi sehabis makan.
Perut Kembung dan Mulas
Ramuan:
Buah Kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir
Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar) 10 butir
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.
Radang Tenggorokan
Ramuan:
Buah Kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir
Rimpang Kunyit (tumbuk kasar) 6 gram
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.
---
Komposisi :
Buah: Minyak atsiri, minyak lemak, zat pati, gula, dan protein.
===
===
Kapulaga
(Amomum compactum Soland ex Maton,)
Sinonim :
Arnornun cardamornum Willd. Arnomlnn capulaga Spangue & Burk.
Familia :
Zingiberaceae.
Uraian :
Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol di pangkal batang, mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.
Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA: Amomi Fructus; Buah Kapulaga.
---
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Pahit, menghangatkan, dan membersihkan darah. Khasiat Ekspektoran dan karminatif. PENELITIAN Datten Bangun, Semin Tarigan, Nazaruddin Umar, dkk. Bagian Farmakologi, FK USU dan Jurusan Farrnasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian infus rimpang Kapulaga terhadap efek analgesik pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut ternyata infus 10% dengan takaran 10 ml/kg bb, telah menunjukkan efek analgesik. Semakin besar takarannya, semakin besar perpanjangan waktu reaksi (PWR).
Pemanfaatan :
Bagian yang Digunakan
Buah.
Kegunaan
Buah:
1. Aroma jamu.
2. Napas/mulut bau.
3. Perut kembung.
4. Radang tenggorokan.
5. Suara parau.
RAMUAN DAN TAKARAN
Napas/Mulut Bau
Ramuan:
Buah Kapulaga 10 butir
Daun Pegagan 1 genggam
Air secukupnya
Cara pernbuatan:
Dipipis.
Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur, dan gosok gigi sehabis makan.
Perut Kembung dan Mulas
Ramuan:
Buah Kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir
Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar) 10 butir
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.
Radang Tenggorokan
Ramuan:
Buah Kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir
Rimpang Kunyit (tumbuk kasar) 6 gram
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.
---
Komposisi :
Buah: Minyak atsiri, minyak lemak, zat pati, gula, dan protein.
Subscribe to:
Posts (Atom)